Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

JKN Sempat Nonaktif, Pasien di Pemalang Tetap Dilayani hingga Dibantu Proses Aktivasi

Riyan Fadli • Kamis, 22 Januari 2026 | 06:26 WIB
Pasien saat mendapatkan perawatan dengan menggunakan layanan BPJS Kesehatan.
Pasien saat mendapatkan perawatan dengan menggunakan layanan BPJS Kesehatan.

METROPEKALONGAN.COM, Pemalang – Rasa cemas sempat menyelimuti Casmiati, 27, saat mendampingi mertuanya, Sumitri, 65, berobat ke RS Prima Medika, Senin siang 19 Januari 2026.

Sang mertua harus segera mendapatkan penanganan medis akibat peradangan kantong empedu.

Namun, saat tiba di rumah sakit, Casmiati baru mengetahui bahwa status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen PBPU Pemda milik mertuanya tidak aktif.

Beruntung, kecemasan itu tak berlangsung lama. Pihak rumah sakit tetap memberikan pelayanan prima tanpa mempersulit administrasi.

“Waktu masuk IGD, kartu JKN memang tidak aktif. Tapi pihak rumah sakit tetap melayani dengan baik dan langsung mengarahkan kami,” tutur Casmiati.

 

Dibantu Aktivasi Kilat 

Casmiati menceritakan, petugas rumah sakit tidak menolak pasien. Ia hanya diminta menunjukkan KTP sebagai identitas.

Sembari mertuanya ditangani medis, petugas memberikan edukasi solusi pengaktifan kembali kepesertaan JKN melalui peralihan ke peserta mandiri. 

Sempat mencoba mendaftar via WhatsApp PANDAWA namun terkendala teknis, Casmiati akhirnya mendatangi Kantor BPJS Kesehatan Pemalang. Ternyata, proses aktivasinya sangat kilat.

“Pelayanannya cepat, kurang lebih hanya 30 menit. Setelah iuran dibayar, kepesertaan langsung aktif,” ungkapnya lega.

 

Biaya Nol Rupiah 

Kabar baik tidak berhenti di situ. Selama proses perawatan hingga rawat inap, Casmiati memastikan tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Seluruh biaya pengobatan mertuanya ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan. 

“Tidak ada iur biaya sama sekali, nol rupiah. Pelayanannya sangat baik,” tegasnya.

Perhatian tenaga kesehatan pun dinilai luar biasa. Pemantauan kondisi pasien terus dilakukan bahkan pasca perawatan.

“Waktu saya sudah pulang, petugas masih menanyakan kondisi ibu saya. Tidak ada tambahan biaya apa pun,” tambah Casmiati.

 

Fasilitas Naik Kelas Gratis 

Pengalaman positif lainnya dirasakan saat ruang perawatan kelas 3 penuh. Pihak RS Prima Medika menempatkan Sumitri di ruang kelas 2 sebagai pasien titipan tanpa membebankan biaya selisih kelas.

“Kami dititipkan di kelas dua karena ruang kelas tiga penuh. Meski demikian, tidak ada biaya tambahan yang dikenakan sama sekali,” bebernya.

Diketahui, sejak November 2025, Sumitri rutin menjalani kontrol kesehatan dua minggu sekali. Bagi keluarga Casmiati, keberadaan Program JKN menjadi penyelamat di tengah kondisi ekonomi keluarga.

“Manfaat BPJS Kesehatan ini benar-benar sangat membantu dan meringankan beban kami. Terutama saat kondisi keuangan sedang terbatas dan membutuhkan pelayanan kesehatan segera,” tandasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#pengobatan #pemalang #uhc #Pandawa #rumah sakit #kesehatan #BPJS Keseharan