Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Banjir Pekalongan Bikin Stok Darah Kritis, PMI Jemput Pendonor ke Lapangan

Lutfi Hanafi • Jumat, 23 Januari 2026 | 03:19 WIB
JEMPUT BOLA - Tim PMI Kota Pekalongan saat jemput bola pendonor di RS Budi Rahayu, beberapa waktu kemarin.
JEMPUT BOLA - Tim PMI Kota Pekalongan saat jemput bola pendonor di RS Budi Rahayu, beberapa waktu kemarin.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Dampak cuaca ekstrem dan banjir yang melanda Kota Pekalongan tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi berimbas minimnya ketersediaan stok darah.

Setelah jumlah pendonor menurun drastis akibat akses jalan yang sempat terendam banjir. Kondisi ini menyebabkan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Pekalongan dalam kondisi kritis.

Meski begitu, kebutuhan darah setiap hari di rumah sakit tidak berkurang. Rata-rata, PMI Kota Pekalongan harus menyediakan 35 hingga 40 kantong darah per hari untuk memenuhi permintaan pasien.

Ketimpangan antara pasokan dan kebutuhan ini sempat menyebabkan stok darah kosong pada Senin 19 Januari 2026.

“Waktu itu, stok darah benar-benar kosong. Kami akhirnya mendapatkan bantuan dropping darah dari PMI Kabupaten Pemalang,” kata Muhammad Fahmi, Pencari dan Pelestari Donor Darah Sukarela UDD PMI Kota Pekalongan, saat dikonfirmasi, Kamis 22 Januari 2026.

Meski bantuan telah datang, Fahmi mengakui kondisi stok darah hingga kini masih berada pada level rawan.

Untuk mengantisipasi kekurangan lebih parah, PMI Kota Pekalongan mengintensifkan layanan donor darah mobile unit, dengan mendatangi langsung berbagai instansi dan fasilitas publik.

Sejumlah lokasi yang akan disambangi antara lain RS Budi Rahayu, Lima Empat Motor, Pendopo Trade Center, SMA IT Assalam Boarding School, serta beberapa sekolah dan hotel di wilayah Kota Pekalongan.

Langkah jemput bola ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat berdonor tanpa harus datang langsung ke kantor PMI.

“Pendonor berkurang karena banjir dan cuaca ekstrem. Maka kami yang harus lebih aktif turun ke lapangan,” jelas Fahmi.

Dari seluruh golongan darah, golongan A yang paling mengkhawatirkan. Fahmi menyebutkan, stok golongan A kerap berada di posisi “kurang aman”, bahkan sudah menipis sejak awal tahun 2026.

Kondisi serupa juga terjadi pada golongan AB, sementara golongan O dan B relatif lebih stabil, bahkan terkadang berlebih.

Tak hanya darah utuh, stok trombosit golongan A juga menjadi perhatian serius karena sangat dibutuhkan pasien dengan kondisi tertentu.

PMI pun berharap partisipasi pendonor, khususnya pemilik golongan darah A, dapat meningkat dalam waktu dekat.

Seiring kondisi banjir yang mulai surut dan akses jalan ke kantor PMI berangsur normal, masyarakat diimbau untuk kembali mendonorkan darahnya.

Fahmi mengingatkan warga agar tetap menjaga kesehatan di tengah cuaca ekstrem dan memastikan kondisi tubuh fit sebelum berdonor.  

“Kami sangat berharap kepedulian masyarakat. Setetes darah sangat berarti untuk menyelamatkan nyawa pasien di rumah sakit,” pungkasnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#PMI Kota Pekalongan #golongan darah #cuaca ekstrem #Unit Donor Darah #kosong