METROPEKALONGAN.COM, Batang – Layanan BPJS Kesehatan Keliling terus gencar melakukan sistem jemput bola ke fasilitas kesehatan di berbagai tempat.
Salah satunya di Puskesmas Batang IV pada Kamis 22 Januari 2026. Hal ini menjadi solusi vital, mengingat Kantor BPJS Kesehatan Batang sempat terendam banjir, sehingga layanan tatap muka dialihkan sementara ke Mal Pelayanan Publik (MPP).
Kehadiran layanan keliling ini dimanfaatkan warga di wilayah BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan untuk mengurus administrasi, terutama terkait banyaknya kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang kini berstatus non-aktif. Mengingat saat ini Kabupaten Batang tidak lagi berstatus Universal Health Coverage (UHC).
Di Puskesmas Batang IV sendiri terdaftar sekitar 30 ribu jiwa pengguna BPJS Kesehatan. Sebelumnya, penerima bantuan dari Pemda Batang atau PBI sekitar 18 ribu jiwa.
Namun pada wal tahun ini turun sekitar 6 ribu jiwa, sehingga tinggal sekitar 12 ribu jiwa yang terdaftar sebagai penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan.
Solusi Bagi Peserta PBI Non-Aktif
Staf Front Liner BPJS Kesehatan, Mutia, menjelaskan bahwa layanan keliling ini bertujuan menjangkau masyarakat yang rumahnya jauh dari kantor cabang.
Di Puskesmas Batang 4, warga terlihat cukup antusias untuk memanfaatkan layanan keliling. Dari 25 peserta yang datang, ada empat peserta yang melakukan peralihan dari PBI Non-aktif menjadi peserta mandiri.
"Sasarannya seluruh peserta JKN. Namun saat ini memang masih banyak yang melakukan pengaktifan kembali karena UHC non-aktif," ujar Mutia.
Bagi warga yang membutuhkan layanan darurat atau urgent seperti rawat inap (opname), layanan ini memungkinkan migrasi cepat dari PBI ke BPJS Mandiri.
"Cukup bayar iuran pertama, kepesertaan langsung aktif dan bisa digunakan saat itu juga," ungkap Mita (27), salah satu warga yang memanfaatkan layanan tersebut untuk kakaknya yang harus segera opname.
Ia cukup terbantu dengan hadirnya layanan keliling tersebut. Karena tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor BPJS Kesehatan. Pelayanan yang didapatkan juga cepat.
"Ya lumayan, dibanding saya harus ke kantor BPJS kan jauh. Lebih baik ke puskesmas, ada satu orang BPJS yang stay di puskesmas," imbuhnya.
Puskesmas Batang 4 Siapkan "Pojok Pengaduan"
Kepala Puskesmas Batang 4, dr. Maizun, menyambut positif sinergi ini. Pihaknya bahkan menyediakan pojok khusus dan petugas untuk membantu masyarakat mengecek status kepesertaan mereka.
Dr. Maizun menegaskan, pihaknya memiliki kebijakan khusus bagi pasien yang datang namun kaget mendapati BPJS PBI-nya tidak aktif. Pihak Puskesmas akan mengecek data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau Desil.
Jika pasien masuk dalam data Desil 1-5, pasien tetap dilayani secara gratis untuk rawat jalan. Jika pasien berada di luar Desil 1-5, Puskesmas tetap memberikan toleransi pelayanan gratis untuk satu kali kunjungan sembari memberikan edukasi.
"Kita edukasi, kalau memang tidak mampu silakan urus ke Desa atau Kelurahan melalui Poskesdes untuk diverifikasi ulang. Namun jika mampu, kami arahkan beralih ke Mandiri agar langsung aktif," jelas dr. Maizun.
Edukasi Rujukan Digital
Selain masalah kepesertaan, Puskesmas Batang 4 juga gencar mengedukasi masyarakat, terutama lansia, mengenai sistem rujukan online.
Dr. Maizun menekankan bahwa saat ini pasien tidak perlu lagi membawa kertas rujukan fisik ke rumah sakit.
"Data sudah masuk di HP atau sistem. Kalau pasien lansia butuh ketenangan atau bukti, petugas kami bersedia memfotokan bukti rujukan di layar komputer agar pasien yakin," tambahnya.
Layanan BPJS Keliling ini beroperasi mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, namun jam operasional tetap fleksibel menyesuaikan antrean peserta di lokasi. Warga mengaku terbantu karena pelayanan dinilai ramah, informatif, dan menghemat waktu perjalanan. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla