Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

6 Tahun Cuci Darah Gratis, Pasien di Pemalang Bersyukur Rujukan JKN Kian Praktis

Riyan Fadli • Minggu, 25 Januari 2026 | 22:50 WIB
Yuliati
Yuliati

METROPEKALONGAN.COM, Pemalang – Perjuangan melawan gagal ginjal selama enam tahun bukanlah hal mudah bagi Yuliati, 36.

Namun, warga Pemalang ini merasa beban hidupnya sedikit terangkat berkat kemudahan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Sebagai peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), Yuliati merasakan betul transformasi layanan administrasi, khususnya rujukan hemodialisa (cuci darah) yang kini jauh lebih ringkas dan tidak berbelit.

Kisah Yuliati bermula pada 2020. Kala itu, gejala mual muntah hebat, tekanan darah tinggi, hingga anjloknya kadar hemoglobin dan trombosit memaksanya dirawat intensif.

“Setelah diperiksa dokter, saya didiagnosis harus menjalani hemodialisa. Di awal-awal pengobatan, dalam satu bulan saya bisa dirawat inap dua sampai tiga kali karena kondisi sering drop setelah HD,” cerita Yuliati saat ditemui di RS Prima Medika, Senin 19 Januari 2025.

 

Pangkas Birokrasi, Pasien Tak Perlu Bolak-Balik

Seiring waktu, Yuliati merasakan perbaikan signifikan dalam sistem rujukan BPJS Kesehatan.

Dulu, pasien kronis sepertinya harus rutin kembali ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas/Klinik) hanya untuk memperpanjang rujukan. Kini, birokrasi itu telah dipangkas.

“Sekarang rujukan HD jauh lebih mudah. Saya tidak perlu bolak-balik ke puskesmas setiap tiga bulan karena rujukan bisa langsung diperpanjang dari rumah sakit. Kecuali jika ingin ke poli lain, seperti poli mata, baru kembali ke puskesmas,” jelasnya.

Efisiensi ini sangat membantu pasien hemodialisa yang kondisi fisiknya rentan lelah. Yuliati mencontohkan, saat harus kontrol ke poli penyakit dalam, ia bisa melakukannya berbarengan dengan jadwal cuci darah.

“Biasanya setelah HD, saya bisa langsung kontrol ke poli penyakit dalam di hari yang sama. Jadi tidak perlu bolak-balik, ini sangat meringankan pasien,” tambahnya.

Baca Juga: Tanggap Bencana, BPJS Kesehatan Pekalongan Gelontorkan Bantuan Sembako dan Obat-obatan untuk Korban Banjir

Layanan Persalinan Juga Terjamin

Tak hanya untuk pengobatan ginjal, "kartu sakti" JKN juga menjadi penyelamat Yuliati di momen krusial lainnya.

Meski tengah menjalani rutin cuci darah, ia berhasil melahirkan buah hatinya dengan biaya yang sepenuhnya ditanggung negara.

“Waktu melahirkan anak kedua juga menggunakan BPJS Kesehatan. Pelayanannya sangat baik dan anak saya lahir dengan sehat,” tuturnya penuh syukur.

Selama enam tahun menjalani pengobatan tanpa biaya sepeserpun, Yuliati menepis anggapan miring soal pelayanan bagi peserta PBI.

Menurutnya, kualitas layanan medis yang diterimanya setara dan tidak dibedakan dengan pasien umum.

“Sebagai peserta PBI, saya benar-benar merasakan manfaat JKN. Walaupun gratis tanpa iuran, pelayanannya sangat baik. Saya sangat bersyukur dan berharap bisa segera diberi kesembuhan,” pungkasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#pemalang #cuci darah #bpjs kesehatan #rujukan