METROPEKALONGAN.COM, Pemalang – Kepanikan sempat melanda Efi Erfikayatus Solihah, 39, saat buah hatinya, Shaqueena Zea Elnaura, 6 bulan, mengalami demam tinggi disertai flu dan kejang, Jumat 23 Januari 2026.
Tanpa pikir panjang, warga Pemalang ini langsung melarikan bayinya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Harapan Sehat.
Di tengah situasi genting tersebut, Efi merasa lega. Sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen mandiri, ia tidak menemui kendala administrasi.
Status kepesertaannya yang selalu aktif membuat penanganan medis untuk sang buah hati berjalan cepat tanpa ribet.
“Begitu sampai di IGD, kami langsung dilayani. Anak saya juga segera mendapatkan kamar untuk perawatan,” ujar Efi lega.
Kunci Tenang : Bayar Iuran Pakai Autodebet
Efi mengungkapkan rahasia agar kartu JKN-nya selalu siap digunakan alias "On" setiap saat. Ia mengaku sangat terbantu dengan sistem pembayaran iuran melalui autodebet.
Metode ini dipilihnya untuk menghindari risiko lupa bayar yang bisa berujung pada non-aktifnya status kepesertaan.
“Saya pakai autodebet tiap bulan supaya tidak lupa bayar. Lebih nyaman karena otomatis terpotong dari rekening,” ungkapnya.
Baginya, disiplin membayar iuran adalah bentuk perlindungan diri. Dengan kepesertaan yang aktif, ia tidak perlu pusing memikirkan biaya saat kondisi darurat medis menimpa keluarganya.
“Kalau ada kondisi darurat, langsung ditangani. Kita tidak bingung lagi soal biaya,” ucap Efi.
Pengalaman Caesar Gratis di Luar Kota
Manfaat JKN bukan baru kali ini dirasakan Efi. Ia mengenang pengalamannya beberapa tahun lalu saat harus menjalani persalinan di Tangerang.
Meski berstatus pendatang di kota tersebut, ia tetap mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang setara.
Kala itu, kondisi hemoglobin (Hb) yang rendah memaksanya harus menjalani operasi caesar.
“Saat itu kondisi Hb saya rendah sehingga harus menjalani persalinan dengan operasi caesar. Semua proses dilayani dengan baik dan tidak ada biaya tambahan, semuanya ditanggung BPJS,” tuturnya.
Semangat Gotong Royong
Lebih jauh, Efi memandang iuran JKN yang ia bayarkan setiap bulan bukan sekadar kewajiban, melainkan wujud gotong royong.
Ia ikhlas jika iurannya digunakan untuk membantu peserta lain yang sedang sakit ketika dirinya sehat.
“Kalau tidak dipakai sama saya karena sedang sehat, berarti bisa dimanfaatkan untuk orang lain yang sedang sakit. Itu yang membuat saya merasa tetap tenang membayar iuran,” katanya bijak.
Prinsip "sedia payung sebelum hujan" menjadi alasan utamanya mendaftar JKN sejak awal.
“Awalnya daftar untuk jaga-jaga, karena sakit itu tidak ada yang tahu. Harapannya sih tetap sehat terus,” pungkas Efi. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla