Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Layanan BPJS Keliling di Puskesmas Subah Diserbu Warga, Terpengaruh 5.000 Peserta PBI Nonaktif

Riyan Fadli • Senin, 26 Januari 2026 | 23:16 WIB
Camat Subah Muhammad Yasin saat meninjau layanan BPJS Kesehatan Keliling di Puskesmas Subah.
Camat Subah Muhammad Yasin saat meninjau layanan BPJS Kesehatan Keliling di Puskesmas Subah.

METROPEKALONGAN.COM, Batang – Antusiasme warga Kecamatan Subah memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan Keliling atau Mobile Customer Service (MCS) sangat tinggi.

Puluhan warga memadati halaman Puskesmas Subah, Senin 26 Januari 2026, untuk mengurus administrasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mereka tanpa harus jauh-jauh ke Kota Batang.

Tingginya animo masyarakat ini tak lepas dari banyaknya warga yang mendapati status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) mereka tiba-tiba nonaktif saat hendak berobat.

PIC Puskesmas Subah, Eka Noviyanti, mengungkapkan data yang cukup mengejutkan. Per awal tahun 2026 ini, ribuan peserta PBI yang faskesnya di Subah dinonaktifkan.

"Kalau Puskesmas Subah, yang PBI APBD dinonaktifkan per 2026 ini ada sekitar 5.000 kepesertaan. Dari total 32.000 peserta, sekarang tinggal 27.000," ungkap Eka di sela-sela pelayanan.

Eka menjelaskan, banyak warga yang salah kaprah mengira layanan MCS bisa langsung mengaktifkan kembali PBI mereka.

Padahal, prosedurnya harus melalui pengecekan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) terlebih dahulu.

"Masyarakat taunya semua yang nonaktif bisa diusulkan di sini. Padahal kami cek DTKS dulu, kalau masuk kategori baru bisa dibantu usulan. Tapi kalau mau ubah ke Mandiri, pindah faskes, atau daftar baru, semua bisa dilayani di sini," jelasnya.

Kehadiran mobil BPJS Keliling ini dirasakan manfaatnya oleh Hartani, 58. Warga Desa Subah ini awalnya kaget saat ditolak berobat di Puskesmas karena kartunya nonaktif.

"Mau periksa, BPJS-nya enggak aktif. Terus disuruh ke sini (layanan keliling). Saya langsung urus pindah ke Mandiri," tutur Hartani.

Menurutnya, proses pelayanan sangat cepat dan memudahkan lansia sepertinya.

"Bagus, cepat sekali, cuma lima sampai sepuluh menit. Bayarnya nanti di minimarket, tapi kartunya langsung aktif bisa dipakai," tambahnya.

Melihat tingginya kebutuhan warga, Camat Subah, Muhammad Yasin, berharap intensitas layanan jemput bola ini bisa ditingkatkan.

"Ini layanannya bagus, jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke Kantor BPJS Kesehatan yang ada di Batang Kota. Warga Subah cukup datang ke Puskesmas Subah," ujar Yasin saat meninjau layanan BPJS Kesehatan Keliling.

Yasin menyebut, setiap kali mobil layanan ini hadir, rata-rata ada 80 warga yang datang mengurus administrasi.

"Saya melihat pelayanannya juga cepat. Kalau perlu setiap minggu ada layanan keliling ini. Mengingat antusiasme masyarakat cukup tinggi," tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Eka Noviyanti mengakui bahwa saat ini jadwal BPJS Keliling di Puskesmas Subah belum rutin setiap bulan.

"Kadang jeda dua atau tiga bulan sekali. Kalau yang rutin tiap minggu itu adanya di Kecamatan Limpung setiap Rabu. Harapannya memang kalau di sini rutin, masyarakat lebih mudah aksesnya," pungkas Eka. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#BPJS Kesehatan Keliling #uhc #subah #batang #pbi