METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Program Universal Health Coverage (UHC) yang digencarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terbukti membawa dampak nyata bagi masyarakat.
Tak hanya sekadar angka cakupan yang tinggi, kemudahan akses layanan kesehatan ini dirasakan langsung oleh warga yang membutuhkan penanganan medis segera tanpa pusing memikirkan biaya.
Hal ini dialami oleh Nabila Karimah, warga Pesindon Gang 3, Kota Pekalongan. Ia sempat panik ketika buah hatinya, Alzena Zunaira Gusro, mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun selama beberapa hari.
Kekhawatiran Nabila memuncak saat membayangkan biaya pengobatan rumah sakit yang biasanya tidak sedikit.
Namun, kecemasan itu sirna saat ia membawa anaknya ke RSUD Bendan. Berbekal status kepesertaan UHC, seluruh proses administrasi berjalan cepat dan tanpa biaya sepeser pun.
"Awalnya saya khawatir karena biayanya. Tapi dengan adanya UHC, prosesnya sangat mudah dan cepat. Alhamdulillah, anak saya dilayani dengan ramah dan tidak dipersulit," ungkap Nabila.
Nabila menuturkan, seluruh pemeriksaan hingga obat-obatan ditanggung penuh oleh pemerintah melalui skema UHC. Kini, kondisi putrinya telah membaik berkat penanganan dokter dan tenaga medis yang sigap.
"Saya tidak perlu khawatir lagi soal biaya. Semoga program ini terus berlanjut karena sangat bermanfaat," tambahnya.
Cakupan UHC Tembus 99 Persen
Penjelasan dari Nabila merupakan satu dari ribuan warga yang merasakan manfaat komitmen Pemkot Pekalongan di bidang kesehatan.
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Pertimbangkan Tunda Pembangunan Gedung Baru untuk UHC
Berdasarkan data per 31 Desember 2025, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Pekalongan telah mencapai angka fantastis, yakni 99,53 persen.
Dari total penduduk sebanyak 316.276 jiwa, tercatat 314.775 jiwa telah terdaftar sebagai peserta JKN. Sementara itu, tingkat keaktifan peserta berada di angka 81,25 persen atau sebanyak 256.969 jiwa.
Pemkot Pekalongan melalui Dinas Kesehatan menegaskan, tingginya angka ini adalah bukti kolaborasi solid antara pusat dan daerah.
Pemkot Pekalongan bahkan mengalokasikan anggaran khusus untuk menanggung premi bagi masyarakat yang tidak terakomodasi dalam segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN maupun swasta.
Tercatat, sekitar 23,48 persen penduduk Kota Pekalongan iurannya ditanggung oleh APBD dengan besaran premi Rp 37.800 per jiwa per bulan.
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada warga Kota Batik yang takut berobat karena kendala ekonomi. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla