METROPEKALONGAN.COM, Batang – Berjuang selama 11 tahun mendampingi anak penderita Thalasemia bukanlah hal yang mudah.
Itulah perjuangan tanpa henti yang dilakoni Puji Hartaningsih (52), seorang wiraswasta asal Desa Bulu, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang.
Putranya, Naufal Wafii Yuniar, 17, diwajibkan menjalani transfusi darah secara rutin agar kondisi kesehatannya tetap stabil. Di tengah panjangnya proses pengobatan tersebut, Puji mengaku sangat tertolong oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan.
Puji mengisahkan, dirinya mulai terdaftar sebagai peserta JKN Mandiri sejak tahun 2015. Keputusan mendaftar di awal program ini menjadi salah satu langkah paling tepat dalam menjamin keberlangsungan pengobatan sang buah hati.
“Sejak terdaftar sebagai peserta JKN, kami sangat terbantu. Naufal bisa menjalani transfusi darah rutin tanpa harus memikirkan biaya yang besar,” ungkap Puji.
Pada fase awal pengobatan, Naufal harus menjalani prosedur transfusi darah di RSUP dr. Kariadi, Semarang.
Kala itu, fasilitas pelayanan medis untuk penderita Thalasemia memang belum tersedia di wilayah Kabupaten Batang. Alhasil, Puji dan keluarga harus rela menempuh perjalanan cukup jauh demi mendapatkan layanan kesehatan.
Meski harus bolak-balik ke luar daerah, Puji sangat bersyukur karena seluruh rangkaian perawatan Naufal dijamin penuh oleh JKN. Ia tak bisa membayangkan seberapa besar biaya mandiri yang harus dikeluarkan jika tidak tercover jaminan kesehatan.
“Kalau harus membayar sendiri selama bertahun-tahun, mungkin kami tidak akan sanggup, untungnya kami sudah mendaftar BPJS Kesehatan sejak tahun 2015” tuturnya.
Kabar baik pun tiba dalam tiga tahun terakhir. Layanan penanganan bagi penderita Thalasemia kini telah tersedia di RSUD Batang.
Kehadiran layanan kesehatan di fasilitas daerah ini sangat memudahkan mobilitas Puji dan keluarga karena aksesnya jauh lebih dekat dari rumah.
“Sekarang kami sangat terbantu karena sudah bisa transfusi di RSUD Batang. Jaraknya lebih dekat, lebih hemat waktu dan tenaga,” kata Puji.
Selain letak geografis yang menguntungkan, Puji juga memberikan apresiasi tinggi atas pelayanan pihak rumah sakit yang ramah dan profesional.
Bagi Puji, Program JKN bukan sekadar jaminan kesehatan biasa, melainkan wujud nyata prinsip gotong royong seluruh rakyat Indonesia.
Ia sangat menyadari keberlangsungan program mulia ini sangat ditopang oleh kepatuhan peserta dalam membayar iuran setiap bulannya.
“Terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan semua peserta yang sudah rutin membayar iuran. Semoga semakin banyak peserta JKN yang terbantu dan merasakan manfaatnya seperti yang saya dan anak saya rasakan,” tutupnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla