METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Transformasi digital di sektor kesehatan terus digenjot oleh BPJS Kesehatan.
Langkah progresif ini menjadi komitmen utama guna meningkatkan mutu pelayanan bagi seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Upaya tersebut terlihat jelas dalam agenda Monitoring dan Evaluasi Mutu Layanan Program JKN Triwulan I Tahun 2026 yang digelar bersama seluruh direktur rumah sakit mitra di wilayah Kantor Cabang Pekalongan, Kamis 9 April 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi sekaligus mendongkrak kualitas layanan di berbagai fasilitas kesehatan (faskes).
Beberapa aspek vital menjadi sorotan, mulai dari kepatuhan faskes, optimalisasi antrean online, pemanfaatan aplikasi I-Care JKN, hingga evaluasi tingkat kepuasan peserta.
Sebagai bentuk apresiasi, BPJS Kesehatan Pekalongan turut memberikan penghargaan kepada sejumlah rumah sakit yang dinilai sukses menjalankan transformasi digital secara menyeluruh.
Indikator utamanya mencakup implementasi layanan antrean online, E-SEP, fingerprint, FRISTA, hingga kelancaran sistem klaim.
Direktur RS Siti Khodijah Pekalongan, Amrozi Taufik, mengaku sangat bangga atas penghargaan yang diraih instansinya.
Menurutnya, capaian manis ini adalah buah dari kerja keras seluruh tim yang berkomitmen penuh meningkatkan kualitas layanan.
"Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Tim bekerja dengan sungguh-sungguh untuk memberikan pelayanan terbaik, baik bagi peserta, rumah sakit, maupun BPJS Kesehatan. Kami memiliki tim IT khusus yang terus mengembangkan layanan digital, didukung tenaga medis yang mampu menerjemahkan kebutuhan layanan ke dalam sistem teknologi,” ujarnya.
Amrozi menambahkan, penerapan sistem antrean online memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kenyamanan peserta.
Proses layanan di rumah sakit menjadi jauh lebih cepat, tertib, dan efisien, sehingga keluhan antrean membeludak dapat ditekan.
“Peserta tidak perlu lagi antre lama. Pelayanan jadi lebih mudah, cepat, dan membuat pasien merasa lebih nyaman,” tambahnya.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Casemix RS Budi Rahayu sekaligus PIC JKN, Vella Oktaria Dani.
Ia mengaku tak menyangka rumah sakitnya bisa ikut membawa pulang penghargaan bergengsi dalam hal digitalisasi layanan ini.
“Kami mengucapkan terima kasih atas penghargaan ini. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, khususnya dalam pemanfaatan antrean online,” ungkap Vella.
Pihaknya memastikan akan terus berkoordinasi dengan tim IT internal guna mendongkrak capaian penggunaan layanan antrean online.
Pasalnya, sistem mutakhir ini dinilai sukses membawa perubahan besar dalam pengelolaan alur pasien.
Dengan antrean online, pelayanan menjadi lebih tertib. Peserta tidak lagi berkerumun di anjungan, dan mereka bisa mengambil antrean sejak satu hari sebelumnya.
"Hal ini tentu meningkatkan kepuasan peserta dan memudahkan kami dalam melakukan monitoring,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, Sri Mugirahayu, menekankan pentingnya komitmen kuat dari seluruh fasilitas kesehatan dalam menjaga mutu layanan di era serba digital.
Ia mendorong agar inovasi ini tidak hanya menjadi tren sesaat, melainkan harus bertransformasi menjadi budaya baru dalam pelayanan kesehatan.
Digitalisasi layanan kesehatan bukan sekadar soal penggunaan teknologi, tetapi bagaimana menghadirkan pengalaman layanan yang lebih mudah, cepat, dan nyaman bagi peserta.
"Melalui antrean online, I-Care JKN, hingga integrasi sistem lainnya, kami ingin memastikan peserta mendapatkan layanan yang lebih transparan dan akurat,” terang perempuan yang akrab disapa Cici tersebut.
Cici mengingatkan bahwa keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada kolaborasi solid dari berbagai pihak.
Sinergi antara BPJS Kesehatan dan faskes mitra adalah kunci utama agar layanan digital berjalan optimal dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami berharap seluruh fasilitas kesehatan terus beradaptasi dan berinovasi. Dengan komitmen bersama, digitalisasi ini akan berdampak nyata pada peningkatan mutu layanan dan kepuasan peserta JKN,” pungkasnya. (yan/ida)
Editor : Ida Nor Layla