Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Waspada, 2 Kasus Campak dan 1 Rubella Ditemukan di Kota Pekalongan

Lutfi Hanafi • Rabu, 6 Mei 2026 | 05:47 WIB
PEMERIKSAAN KESEHATAN - Pemkot Pekalongan gencar melakukan melakukan pemeriksaan di kalangan pelajar untuk pencegahan kasus campak dan rubella di wilayah setempat.
PEMERIKSAAN KESEHATAN - Pemkot Pekalongan gencar melakukan melakukan pemeriksaan di kalangan pelajar untuk pencegahan kasus campak dan rubella di wilayah setempat.

 

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan, setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menemukan dua kasus terkonfirmasi positif campak dan satu kasus rubella hingga akhir April 2026. Temuan tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan bersama, sekaligus memastikan perlindungan terhadap anak-anak dari penyakit menular.

Berdasarkan data Dinkes Kota Pekalongan, sebanyak 41 kasus suspek telah menjalani pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi kemungkinan penyebaran campak dan rubella di masyarakat. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dua kasus dinyatakan positif campak dan satu kasus positif rubella.

Programmer Imunisasi Dinkes Kota Pekalongan, Samsiyah Ratnawati, mengungkapkan seluruh kasus yang terkonfirmasi terjadi pada kelompok usia anak. Meski sempat menjalani penanganan medis intensif di rumah sakit, kondisi pasien kini telah dinyatakan membaik dan sembuh.

“Kasus yang terkonfirmasi sudah mendapatkan penanganan medis dan perawatan di rumah sakit. Alhamdulillah saat ini semuanya sudah sembuh,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Meski begitu, langkah antisipasi tidak berhenti pada pengobatan. Dinkes Kota Pekalongan langsung bergerak melakukan pelacakan di lingkungan sekitar pasien guna memastikan tidak terjadi penularan lebih luas.

Setiap kasus yang ditemukan akan diteruskan ke puskesmas wilayah setempat untuk dilakukan investigasi lapangan, termasuk pendataan bayi dan anak-anak di sekitar lokasi tempat tinggal pasien.

“Dari puskesmas nanti dilakukan pendataan jumlah bayi dan anak di sekitar lokasi kasus, kemudian dicek status imunisasinya. Jika ada yang belum lengkap, akan dilakukan imunisasi kejar,” jelasnya.

Menurut Samsiyah, imunisasi kejar menjadi langkah strategis untuk menutup celah kekebalan kelompok, terutama bagi anak-anak yang belum menerima imunisasi lengkap sesuai jadwal. Selain itu, Dinkes juga terus mendorong masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari deteksi dini penyakit.

Pihaknya mengingatkan bahwa campak dan rubella merupakan penyakit menular yang dapat menyebar melalui droplet atau percikan saluran pernapasan, sehingga kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama pencegahan.

Melalui deteksi dini, imunisasi kejar, dan keterlibatan aktif masyarakat, Pemkot Pekalongan berharap penyebaran campak dan rubella dapat dikendalikan sejak awal, sehingga tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa di wilayah Kota Pekalongan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan, saling melindungi agar tidak tertular maupun menularkan penyakit. Anak-anak harus tumbuh sehat agar kelak dapat menjadi generasi penerus yang kuat,” tuturnya.(han)

Editor : Ida Nor Layla
#campak #nakes #rubela #pekalongan #pemkot