Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Kasus Virus Hanta Belum Meluas, Dinkes Kota Pekalongan Tetap Minta Warga Waspada

Lutfi Hanafi • Senin, 25 Mei 2026 | 16:09 WIB
Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan
WASPADA - Timus rumahan kini harus diwaspadai karena membawa virus Hanta yang berbahaya.
WASPADA : Timus rumahan kini harus diwaspadai karena membawa virus Hanta yang berbahaya. (LUTFI HANAFI/JAWA POS METRO PEKALONGAN)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan — Meski kasus Virus Hanta di Indonesia belum tergolong besar, masyarakat Kota Pekalongan diminta tetap meningkatkan kewaspadaan. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan tetap mengimbau warga menjaga kebersihan rumah dan lingkungan agar terhindar dari penyebaran penyakit yang ditularkan tikus tersebut.

Sekretaris Dinkes Kota Pekalongan, dr. Indah Kurniawati menjelaskan, Virus Hanta berbeda dengan Leptospirosis yang selama ini lebih dikenal masyarakat.

Jika Leptospirosis menyebar melalui air kencing tikus, Virus Hanta justru dapat menular lewat debu dari kotoran tikus yang mengering dan terhirup manusia.

“Virus Hanta ini berasal dari kotoran tikus yang sudah kering lalu bercampur debu dan masuk melalui saluran pernapasan. Karena itu gejalanya lebih dominan menyerang pernapasan seperti batuk, pilek hingga sesak napas,” ujar dr. Indah, Senin 25 Mei 2026.

Ia menuturkan, hingga saat ini jumlah kasus Virus Hanta di Indonesia masih sangat terbatas.

Dari informasi yang diterima, terdapat tiga kasus yang sempat teridentifikasi, di mana dua pasien dinyatakan sembuh dan satu lainnya dipastikan negatif setelah pemeriksaan lanjutan.

Walaupun demikian, masyarakat diminta tidak lengah. Apalagi Kota Pekalongan termasuk daerah yang rawan penyakit berbasis lingkungan, terutama saat musim hujan dan banjir yang memicu meningkatnya populasi tikus.

Menurut dr. Indah, kekhawatiran masyarakat terhadap penyakit pernapasan masih cukup tinggi sejak pandemi Covid-19.

Karena itu, langkah pencegahan dinilai jauh lebih penting dibanding kepanikan berlebihan.

“Yang utama bukan panik, tetapi bagaimana rumah tidak menjadi tempat berkembangnya tikus. Kalau ada kotoran tikus di dapur, gudang, atau garasi, itu harus segera dibersihkan,” katanya.

Ia mengingatkan agar warga rutin membersihkan rumah dan tidak membiarkan sisa makanan maupun sampah dapur menumpuk hingga malam hari karena dapat mengundang tikus datang mencari makan.

Selain menjaga kebersihan, dr. Indah juga membagikan cara sederhana mengurangi keberadaan tikus dengan memanfaatkan kucing sebagai musuh alami. Menurutnya, aroma kucing dapat membuat tikus enggan mendekat.

“Saya sendiri mencoba memberi makan kucing liar di depan rumah dan setelah itu tidak ada lagi kotoran tikus di garasi. Tikus biasanya menghindari bau kucing,” ungkapnya.

Dinkes juga mengimbau masyarakat menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan gudang, loteng, maupun area yang lama tidak dibersihkan dan berpotensi terdapat kotoran tikus.

“Kalau bersih-bersih gudang atau tempat tertutup, sebaiknya memakai masker dan sarung tangan karena penularannya bisa lewat debu yang terhirup,” jelasnya.

Adapun gejala awal Virus Hanta umumnya mirip penyakit infeksi biasa seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, dan tubuh lemas.

Namun gejala yang perlu diwaspadai adalah gangguan pada saluran pernapasan hingga sesak napas.

“Mudah-mudahan tidak ada tambahan kasus lagi. Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan rumah dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” pungkasnya. (han)

Editor : Ida Nor Layla
#virus hanta #kota pekalongan #waspada #pekalongan #dinkes