METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kehadiran gawai atau gadget kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak usia dini.
Fenomena meningkatnya kasus keterlambatan bicara atau speech delay menjadi salah satu perhatian serius para pemerhati tumbuh kembang anak.
Tim profesi Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Pekalongan sekaligus Owner Biro Psikologi Tekan Bertumbuh, Imatul Fatina Fitrianingrum, mengingatkan orang tua dan guru untuk lebih peka mengenali berbagai tanda gangguan perkembangan yang dapat muncul sejak usia dini.
Menurutnya, salah satu masalah yang saat ini cukup banyak ditemukan adalah speech delay yang dipengaruhi tingginya paparan gadget pada anak-anak.
“Yang harus diperhatikan yaitu beberapa tanda yang perlu dikenali dan diwaspadai pada anak. Misalnya gangguan perkembangan, sekarang tingginya angka speech delay pada anak karena paparan gadget, kemudian hiperaktivitas dan sulit konsentrasi pada anak usia dini,” ungkap Imatul, pada Jumat 29 Mei 2026.
Ia menjelaskan, perkembangan bahasa anak sangat bergantung pada interaksi sosial dan komunikasi dua arah dengan lingkungan sekitarnya.
Tak hanya speech delay, penggunaan gadget yang tidak terkontrol juga berpotensi mempengaruhi kemampuan konsentrasi anak.
Selain gangguan perkembangan, Imatul juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap indikasi kekerasan pada anak yang seringkali luput dari perhatian orang dewasa.
Menurutnya, sejumlah tanda fisik maupun perubahan perilaku dapat menjadi sinyal bahwa seorang anak sedang mengalami masalah.
“Tanda kekerasan yang mungkin tidak diperhatikan seperti memar yang tidak jelas penyebabnya apa, ataupun anak yang terlalu pendiam, murung, dan tantrum berlebihan bisa jadi tanda yang perlu diwaspadai,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kedekatan emosional antara orang tua dan anak merupakan benteng utama dalam melindungi anak dari berbagai pengaruh negatif, termasuk risiko kekerasan maupun gangguan perkembangan.
Kehadiran orang tua yang peduli, aktif mendengarkan, serta meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak menjadi pondasi penting dalam membangun rasa aman dan kepercayaan diri anak.
“Kedekatan dengan orang tua karena orang tua yang peduli pada anak jadi pondasi penting membentengi anak dari pengaruh-pengaruh negatif,” katanya.
Imatul juga mengingatkan pentingnya pemberian stimulasi yang sesuai dengan tahapan usia anak.
Menurutnya, deteksi dan penanganan sejak dini akan memberikan peluang lebih besar bagi anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.