Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Marak Speech Delay Akibat Gadget, Orang Tua di Kota Pekalongan Diminta Perkuat Interaksi dengan Anak

Lutfi Hanafi • Jumat, 29 Mei 2026 | 18:31 WIB
Imatul Fatina Fitrianingrum
Tim Puspaga DPMPPA Kota Pekalongan
Imatul Fatina Fitrianingrum Tim Puspaga DPMPPA Kota Pekalongan

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kehadiran gawai atau gadget kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak usia dini.
Namun dibalik kemudahan yang ditawarkan, penggunaan gadget secara berlebihan ternyata menyimpan risiko yang tidak bisa dianggap sepele, terutama terhadap tumbuh kembang anak.

Fenomena meningkatnya kasus keterlambatan bicara atau speech delay menjadi salah satu perhatian serius para pemerhati tumbuh kembang anak.
Kurangnya interaksi langsung akibat terlalu sering berhadapan dengan layar gadget dinilai dapat menghambat perkembangan kemampuan bahasa dan komunikasi anak.

Tim profesi Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Pekalongan sekaligus Owner Biro Psikologi Tekan Bertumbuh, Imatul Fatina Fitrianingrum, mengingatkan orang tua dan guru untuk lebih peka mengenali berbagai tanda gangguan perkembangan yang dapat muncul sejak usia dini.

Menurutnya, salah satu masalah yang saat ini cukup banyak ditemukan adalah speech delay yang dipengaruhi tingginya paparan gadget pada anak-anak.

“Yang harus diperhatikan yaitu beberapa tanda yang perlu dikenali dan diwaspadai pada anak. Misalnya gangguan perkembangan, sekarang tingginya angka speech delay pada anak karena paparan gadget, kemudian hiperaktivitas dan sulit konsentrasi pada anak usia dini,” ungkap Imatul, pada Jumat 29 Mei 2026.

Ia menjelaskan, perkembangan bahasa anak sangat bergantung pada interaksi sosial dan komunikasi dua arah dengan lingkungan sekitarnya.
Ketika waktu anak lebih banyak dihabiskan bersama gadget dibandingkan berinteraksi dengan orang tua, saudara, maupun teman sebaya, kemampuan berbahasa dapat berkembang lebih lambat.

Tak hanya speech delay, penggunaan gadget yang tidak terkontrol juga berpotensi mempengaruhi kemampuan konsentrasi anak.
Gejala hiperaktif, mudah terdistraksi, hingga kesulitan fokus dalam aktivitas belajar menjadi beberapa kondisi yang perlu mendapat perhatian khusus dari orang tua.

Selain gangguan perkembangan, Imatul juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap indikasi kekerasan pada anak yang seringkali luput dari perhatian orang dewasa.

Menurutnya, sejumlah tanda fisik maupun perubahan perilaku dapat menjadi sinyal bahwa seorang anak sedang mengalami masalah.
Memar yang tidak jelas penyebabnya, sikap yang tiba-tiba menjadi sangat pendiam, murung, atau tantrum berlebihan merupakan beberapa indikator yang patut dicermati.

“Tanda kekerasan yang mungkin tidak diperhatikan seperti memar yang tidak jelas penyebabnya apa, ataupun anak yang terlalu pendiam, murung, dan tantrum berlebihan bisa jadi tanda yang perlu diwaspadai,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kedekatan emosional antara orang tua dan anak merupakan benteng utama dalam melindungi anak dari berbagai pengaruh negatif, termasuk risiko kekerasan maupun gangguan perkembangan.

Kehadiran orang tua yang peduli, aktif mendengarkan, serta meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak menjadi pondasi penting dalam membangun rasa aman dan kepercayaan diri anak.
Karena itu, pola pengasuhan yang selaras antara keluarga dan lingkungan sekolah perlu terus diperkuat.

“Kedekatan dengan orang tua karena orang tua yang peduli pada anak jadi pondasi penting membentengi anak dari pengaruh-pengaruh negatif,” katanya.

Imatul juga mengingatkan pentingnya pemberian stimulasi yang sesuai dengan tahapan usia anak.
Apabila orang tua maupun guru menemukan tanda-tanda yang mengarah pada gangguan perkembangan atau perubahan perilaku yang tidak biasa, langkah terbaik adalah segera berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti psikolog atau dokter.

Menurutnya, deteksi dan penanganan sejak dini akan memberikan peluang lebih besar bagi anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
"Di tengah era digital yang terus berkembang, keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan interaksi sosial langsung menjadi kunci penting agar anak dapat berkembang sehat, cerdas, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik di masa depan," tutupnya.(han)
Editor : Ida Nor Layla
#Speech Delay #kota pekalongan #gadget