METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan– Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Pekalongan kini naik kelas menjadi laboratorium rujukan setelah memenuhi standar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Tingkat 2.
Penguatan layanan tersebut ditandai dengan rampungnya pembangunan Gedung B dan Gedung C yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Kementerian Kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti, menjelaskan pembangunan kedua gedung telah selesai pada Juni 2026. Saat ini Gedung C sudah dimanfaatkan untuk menunjang pelayanan laboratorium dan kegiatan kesehatan masyarakat, sedangkan Gedung B tengah dipersiapkan sebagai pusat pelayanan medical check up (MCU) setelah seluruh peralatan kesehatan tersedia.
"Alhamdulillah pembangunan Gedung B dan Gedung C sudah selesai. Gedung C sudah bisa dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan, sementara layanan MCU di Gedung B masih menunggu pengadaan alat kesehatan yang kami usulkan melalui Kementerian Kesehatan," ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Seiring bertambahnya fasilitas, Labkesda Kota Pekalongan kini menghadirkan layanan yang semakin beragam. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan laboratorium klinik, laboratorium kimia, mikrobiologi lingkungan, laboratorium biomolekuler, pemeriksaan narkoba, hingga layanan Triple Eliminasi untuk pemeriksaan HIV, sifilis, dan hepatitis B.
Tak hanya itu, Labkesda juga menyediakan pelayanan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) bagi penyandang diabetes melitus dan hipertensi yang dilaksanakan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Ragam layanan tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan yang komprehensif dalam satu lokasi.
Puji Winarti menambahkan, status sebagai Labkesmas Tingkat 2 menjadi tonggak penting dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Kota Pekalongan. Terlebih, Labkesda juga telah meraih akreditasi Paripurna sejak 2024 yang menjadi bukti pemenuhan standar mutu pelayanan laboratorium.
Menurutnya, penguatan fasilitas dan layanan ini sekaligus menjadi langkah strategis menuju pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Labkesda agar pelayanan kepada masyarakat semakin fleksibel, profesional, dan berkelanjutan.
Dengan status sebagai laboratorium rujukan, dukungan fasilitas yang semakin modern, serta layanan kesehatan yang terus bertambah lengkap, Labkesda Kota Pekalongan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan warga di Kota Pekalongan.
Meningkatnya kualitas pelayanan juga berdampak pada tingginya kepercayaan masyarakat. Hingga Juni 2026, realisasi pendapatan Labkesda telah mencapai sekitar 62,2 persen dari target tahunan sebesar Rp 460 juta. Capaian tersebut melampaui target semester pertama yang ditetapkan sebesar Rp 54 juta.
"Antusiasme masyarakat sangat baik. Banyak yang memanfaatkan layanan Labkesda untuk pemeriksaan laboratorium kimia, pengujian air maupun sampel makanan. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kami terus meningkat," pungkas Puji Winarti.(han/dit)
Sumber : metropekalongan.com