METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Ketersediaan stok darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Pekalongan masih berada dalam kondisi aman.
Namun, tingginya permintaan dari rumah sakit membuat perputaran stok berlangsung cepat dan kebutuhan donor darah harus terus dijaga.
Salah satu kelompok pasien yang paling banyak membutuhkan transfusi darah berasal dari layanan penyakit dalam. Beragam kasus, mulai dari Chronic Kidney Disease (CKD), thalasemia, anemia hingga penyakit lainnya, turut menyumbang tingginya kebutuhan darah di rumah sakit.
Petugas Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela (PPDS) UPD PMI Kota Pekalongan, Muhammad Fahmi, mengatakan tingginya kebutuhan tersebut tidak seluruhnya terlihat dari pelayanan yang dilakukan langsung di PMI.
Sebab, sebagian besar darah didistribusikan melalui mekanisme dropping ke rumah sakit yang telah memiliki Bank Darah Rumah Sakit (BDRS).
Baca Juga: Pemkot Pekalongan Danai 10 Puskesmas Pantau Air Minum
"Paling banyak sebenarnya darah dropping ke rumah sakit. Kalau rumah sakit sudah memiliki BDRS, pemeriksaannya dilakukan secara mandiri, kami hanya mengirimkan darah sehingga penggunaan untuk pasiennya tidak kami ketahui," jelas Fahmi, pada Minggu (9/8/2026).
"Paling banyak sebenarnya darah dropping ke rumah sakit. Kalau rumah sakit sudah memiliki BDRS, pemeriksaannya dilakukan secara mandiri, kami hanya mengirimkan darah sehingga penggunaan untuk pasiennya tidak kami ketahui," jelas Fahmi, pada Minggu (9/8/2026).
Untuk rumah sakit yang masih melakukan pemeriksaan kompatibilitas melalui PMI, kata dia, kebutuhan transfusi paling banyak berasal dari pasien penyakit dalam. Kondisi pasien dengan CKD, thalasemia, anemia dan sejumlah penyakit lainnya membutuhkan dukungan darah secara berkala sesuai kondisi medis masing-masing.
Setelah pasien penyakit dalam, kebutuhan darah juga banyak datang dari layanan obstetri dan ginekologi, terutama untuk ibu hamil maupun pasien yang menjalani persalinan.
Baca Juga: Destinasi Baru, Ngopi Senja Berlatar Jembatan Merah Kalikuto Ramai Diburu Pecinta Kopi
Tingginya kebutuhan tersebut mulai terasa sejak Juni 2026. Data UDD PMI Kota Pekalongan menunjukkan penggunaan darah pada Mei tercatat 1.193 kantong. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 1.424 kantong pada Juni dan masih tinggi pada Juli dengan 1.337 kantong.
Tingginya kebutuhan tersebut mulai terasa sejak Juni 2026. Data UDD PMI Kota Pekalongan menunjukkan penggunaan darah pada Mei tercatat 1.193 kantong. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 1.424 kantong pada Juni dan masih tinggi pada Juli dengan 1.337 kantong.
Padahal, kebutuhan darah biasanya berada pada kisaran 1.100 hingga 1.200 kantong setiap bulan. Kenaikan permintaan tersebut membuat stok darah bergerak lebih cepat sehingga PMI perlu memastikan pasokan dari para pendonor tetap tersedia.
"Normalnya kebutuhan darah kami sekitar 1.100 sampai 1.200 kantong per bulan. Namun mulai Juni permintaannya meningkat cukup signifikan, sehingga perputaran stok menjadi lebih cepat," tandasnya.
Saat ini, UDD PMI Kota Pekalongan memberikan dukungan pelayanan transfusi darah kepada sembilan rumah sakit di Kota Pekalongan dan delapan rumah sakit di wilayah sekitar.
Baca Juga: Pemeriksaan Kesehatan Berkala, Polres Pemalang Siapkan Personel Prima
Stok yang tersedia mencakup berbagai golongan darah serta komponen darah, mulai dari Whole Blood (WB), Packed Red Cell (PRC), PRC Leukodepleted (PRC LD), Thrombocyte Concentrate (TC), hingga Fresh Frozen Plasma (FFP).
Stok yang tersedia mencakup berbagai golongan darah serta komponen darah, mulai dari Whole Blood (WB), Packed Red Cell (PRC), PRC Leukodepleted (PRC LD), Thrombocyte Concentrate (TC), hingga Fresh Frozen Plasma (FFP).
Meski persediaan masih aman, PMI tidak ingin terlena. Kegiatan donor darah mobile terus digencarkan sejak awal Agustus dengan menyasar berbagai instansi, perusahaan dan komunitas.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan stok, terlebih kebutuhan transfusi dari pasien penyakit dalam dan kelompok pasien lainnya dapat berubah sewaktu-waktu.
"Alhamdulillah stok darah di UDD PMI Kota Pekalongan masih aman. Namun karena permintaan dari rumah sakit sedang tinggi, kami terus mengajak masyarakat yang memenuhi syarat untuk rutin mendonorkan darah agar kebutuhan pasien tetap dapat terpenuhi," pungkas Fahmi.(han)
Sumber : metropekalongan.com