Influenza di Pekalongan Masih Aman, Warga Jangan Lengah

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 13:28 WIB
LAYANAN : Nampak ruang pelayanan pendaftaran RSUD Bendan yang lengang. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)
LAYANAN : Nampak ruang pelayanan pendaftaran RSUD Bendan yang lengang. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kabar baik datang dari sektor kesehatan Kota Pekalongan. Di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, kondisi influenza di wilayah ini masih tergolong aman dan terkendali.

Meski kasus terpantau fluktuatif dan sedikit meningkat, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan meminta masyarakat tetap waspada.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti, mengatakan peningkatan kasus influenza sejauh ini belum menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan.

Karena itu, langkah yang dinilai penting adalah memperkuat edukasi pencegahan sekaligus menjaga daya tahan tubuh.

“Kasusnya fluktuatif, sedikit meningkat namun tidak besar. Kita masih aman-aman saja. Yang lebih kita tekankan adalah sosialisasi dan edukasi bagaimana mencegah virus tersebut,” kata Puji saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/10/2026).

 

Influenza merupakan infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan. Gejalanya dapat berupa demam, batuk kering, sakit tenggorokan, nyeri otot dan sendi, badan pegal, sakit kepala hingga kelelahan.

Kondisi daya tahan tubuh menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kemampuan tubuh menghadapi infeksi.

Baca Juga: Biar Tak Sepi, Pemkot Siapkan Pengelola Baru di TWL

Baca Juga: Bukan Cuma Kota Batik, Pekalongan Pernah Dijuluki "Kota Cheater"

“Kalau sistem imun kita tinggi dan mampu menangkal virus tersebut, kita bisa tetap sehat. Karena itu, penting untuk menjaga daya tahan tubuh,” ujarnya.

 

Puji menyebut kondisi kemarau juga perlu menjadi perhatian. Kekeringan dan meningkatnya debu di lingkungan dapat membuat masyarakat lebih mudah mengalami gangguan kesehatan, terutama jika tidak diimbangi dengan kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Dinkes mengimbau warga membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS. Penggunaan masker dapat dilakukan terutama ketika berada di lingkungan berdebu atau saat sedang mengalami gejala. Warga yang sakit juga disarankan mengurangi aktivitas di kerumunan agar tidak memperbesar risiko penularan.

Selain itu, masyarakat diminta rajin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi seperti sayur dan buah, mencukupi kebutuhan air minum, berolahraga secara rutin serta memberikan waktu istirahat yang cukup bagi tubuh.

Baca Juga: Mengenal Pindang Tetel Pekalongan, Sejarah, Rasa, dan Tempat Makannya

Baca Juga: Apes! Bukan Cuma Muatan, Tas Sopir Juga Hilang di Alas Roban

Jika mengalami gejala influenza, masyarakat masih dapat memperoleh penanganan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Puji mengingatkan warga agar memeriksakan diri apabila keluhan tidak membaik setelah lebih dari tiga hari.

“Kalau lebih dari tiga hari belum sembuh, silahkan datang ke pelayanan kesehatan terdekat, tentunya puskesmas. Nanti akan diperiksa dan diberikan obat-obatan sesuai standar,” jelasnya.

Menurut Puji, masyarakat juga tidak perlu langsung panik ketika mengalami gejala influenza. Penanganan dilakukan sesuai kondisi pasien dan sistem pelayanan kesehatan berjalan secara berjenjang, termasuk rujukan apabila memang dibutuhkan.

Ia menambahkan, vaksinasi yang telah diterima masyarakat juga menjadi salah satu faktor perlindungan. Cakupan vaksinasi diharapkan turut membangun kekebalan kelompok sehingga risiko penyakit berat maupun penyebaran yang lebih luas dapat ditekan.

“Alhamdulillah, untuk Kota Pekalongan masih aman. Jadi masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada dan menjaga kesehatan,” pungkas Puji.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
PHBS dan Imunitas Gejala Influenza Kesehatan Kota Pekalongan Influenza Kota Pekalongan Dinkes Kota Pekalongan