METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan bergerak aktif memburu kasus tuberkulosis (TBC) hingga ke tengah masyarakat. Tak hanya menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan mendatangi kelompok berisiko dengan membawa alat rontgen portabel untuk mendeteksi penyakit tersebut lebih dini.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menekan penularan TBC sekaligus mengejar target eliminasi TBC di Kota Pekalongan pada 2030.
Melalui pemeriksaan langsung dan pelacakan kontak erat, penderita diharapkan bisa ditemukan lebih cepat sehingga segera mendapatkan penanganan.
Kepala Dinkes Kota Pekalongan Puji Winarti mengungkapkan, kegiatan Active Case Finding (ACF) TBC telah dilaksanakan sejak akhir Juli hingga sekitar 20 September 2026.
Sasarannya meliputi orang yang tinggal serumah dengan pasien TBC, perokok aktif, lanjut usia, serta masyarakat di wilayah yang memiliki temuan kasus TBC.
“Sebanyak 1.575 sasaran sudah kita periksa. Sekitar 10 persen hasil pemeriksaan toraksnya abnormal dan sekitar 2–3 persen positif. Mereka sedang kita lakukan edukasi dan pengobatan agar bisa sembuh,” jelas Puji saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2026).
Baca Juga: Warga Pekalongan Diingatkan Waspada Curat, Curas dan Curanmor
Baca Juga: Viral Pekerja Proyek Ngamuk ke Satpol PP, Ini Faktanya
Untuk menjangkau masyarakat, Dinkes memanfaatkan satu unit portable X-ray yang dapat dibawa ke berbagai lokasi.
Pemeriksaan tersebut turut didukung tenaga radiografer dari sejumlah rumah sakit agar proses skrining dapat berjalan sesuai kebutuhan.
Setelah kegiatan ACF selesai, upaya pencarian kasus tidak berhenti. Petugas kesehatan melanjutkan pelacakan atau tracing ke lokasi lain yang dinilai berpotensi menjadi titik penularan.
Langkah ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran TBC, terutama di lingkungan tempat tinggal pasien.
Perhatian khusus diberikan kepada keluarga yang memiliki anggota dengan diagnosis TBC. Sebab, orang yang tinggal serumah berpotensi terpapar sehingga pemeriksaan terhadap kontak erat menjadi langkah penting untuk mengetahui kemungkinan penularan sejak awal.
Bagi warga yang belum terindikasi mengalami TBC aktif, tetapi memenuhi kriteria tertentu berdasarkan hasil pemeriksaan, tenaga kesehatan dapat melakukan evaluasi lebih lanjut.
Jika memenuhi persyaratan medis, terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) bisa diberikan untuk mengurangi risiko berkembangnya penyakit.
Baca Juga: Penumpang Diajak Pilih Kursi Kereta Eksekutif Ternyaman, Ini Caranya
Baca Juga: Tiket Kereta Murah KAI Mulai Rp35 Ribu, Ini Caranya
Namun, menemukan pasien saja tidak cukup. Puji menegaskan, keberhasilan pengendalian TBC juga sangat bergantung pada kedisiplinan menjalani pengobatan hingga tuntas.
Pengobatan TBC sensitif obat umumnya berlangsung selama enam bulan atau sesuai regimen yang ditetapkan tenaga kesehatan.
Pasien perlu mengonsumsi obat secara teratur sesuai petunjuk agar peluang sembuh meningkat dan risiko resistansi obat dapat ditekan.
“Yang penting pengobatan sampai sembuh. Pasien harus didampingi agar minum obatnya tidak putus,” tegasnya.
Dinkes Kota Pekalongan mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan pemeriksaan dan pengobatan TBC yang tersedia di puskesmas.
Warga yang mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan perlu segera memeriksakan diri, terlebih jika memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC.
Upaya pencegahan juga perlu dilakukan bersama, mulai dari menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker ketika sakit sesuai anjuran tenaga kesehatan, hingga tidak membuang dahak sembarangan.
Imunisasi BCG bagi bayi sesuai jadwal juga penting untuk membantu melindungi anak dari bentuk TBC berat.
Dengan pemeriksaan aktif, pelacakan kontak erat, dan pendampingan pengobatan, Pemkot Pekalongan berharap semakin banyak kasus TBC ditemukan dan ditangani lebih awal.
"Dengan kolaborasi tenaga kesehatan, pasien, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci kami agar penularan dapat ditekan dan target eliminasi TBC pada 2030 semakin mendekati kenyataan," harapnya.(han)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : metropekalongan.com