Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Tiga Stasiun Pompa Baru Siap Keringkan Pekalongan Timur dan Utara, Sebesar Ini Kapasitasnya

Lutfi Hanafi • Selasa, 13 Februari 2024 | 00:03 WIB

TINJAU STASIUN POMPA : Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid didampingi DPUPR, Bappeda, dan BBWS, saat melakukan monitoring operasional tiga stasiun pompa baru, Senin 12 Februari 2024.
TINJAU STASIUN POMPA : Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid didampingi DPUPR, Bappeda, dan BBWS, saat melakukan monitoring operasional tiga stasiun pompa baru, Senin 12 Februari 2024.


METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, kembali membangun tiga stasiun pompa baru siap mengeringkan genangan air wilayah di wilayah Pekalongan Timur dan Utara. Yakni Stasiun Pompa Sibulanan, Stasiun Pompa Susukan, dan Stasiun Pompa Clumprit, yang lokasinya di sekitar Bantaran Sungai Banger.

“Pompa-pompa ini untuk mengatasi genangan air akibat banjir saat musim hujan maupun saat rob datang,” kata Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid saat melakukan monitoring operasional tiga stasiun pompa baru Senin (12/2/2024).

Wali kota mengatakan, pembangunan tiga pompa baru tersebut hasil kerjasama antara Pemkot Pekalongan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan Badan Perencanaan, Pembangunan Daerah (Bappeda), dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Kota Pekalongan.

Tiga stasiun pompa baru tersebut sudah selesai pengerjaannya. Bahkan sudah bisa dioperasionalkan untuk mengatasi genangan banjir atau rob di lima kelurahan terdampak. Yakni Kelurahan Clumprit, Krapyak, Degayu di Kecamatan Pekalongan Utara, dan Kecamatan Pekalongan Timur yakni di Kelurahan Gamer dan Klego.

Khusus untuk di wilayah Clumprit, beban yang tergenang cukup luas yakni sekitar 120 hektare. Progressnya memang yang agak terlambat, dibanding wilayah lain.

Kendati demikian, dengan adanya tiga pompa baru tersebut, pengurangan genangan banjir dan rob di wilayah Pekalongan Utara dan Pekalongan Timur, sudah cukup efektif berjalan secara signifikan.

“Semoga semua upaya pengurangan banjir dan rob ini bisa dilancarkan, termasuk pengajuan bantuan anggaran ke pemerintah pusat juga dilancarkan,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Teknis BBWS Pemali Juana Agus Priyanto menargetkan, tiga stasiun pompa yang baru saja ditinjau pada April 2024 sudah bisa selesai pembangunannya 100 persen dan siap dioperasikan.

Untuk Stasiun Pompa Sibulanan ada tiga unit pompa, terdiri atas dua unit pompa berkapasitas 1.500 liter/detik serta satu unit berkapasitas 500 liter/detik. Sementara, di Stasiun Pompa Susukan dan Clumprit masing-masing ada empat unit pompa. Yakni masing-masing tiga unit pompa berkapasitas 1.500 liter/detik dan satu unit pompa dengan kapasitas 500 liter/detik.

"InsyaAllah di musim penghujan ini, dengan tiga unit pompa ini, genangan banjir dan rob di dua kecamatan yakni Kecamatan Pekalongan Utara dan Kecamatan Pekalongan Timur. Bisa cepat surut," terangnya.

Selain itu, pada tahun 2024 ini dibangun dua stasiun pompa lagi. Yakni di perumahan Jalan Seruni dan bendung gerak. Untuk Stasiun Pompa Jalan Seruni nantinya ada dua pompa dengan kapasitas 500 liter/detik. Paling besar di Bendung Gerak yakni ada tiga pompa dengan kapasitas 15.000 liter/ detik, dan satu pompa lumpur.

Agus menyebutkan, untuk akhir April ini tiga pompa siap dioperasikan. Diharapkan, musim banjir ini stasiun pompa bisa menangani genangan di dua kecamatan yakni Kecamatan Pekalongan Barat dan Pekalongan Utara.

"Kami sudah merekrut orang lokal untuk menjaga stasiun pompa. Satu stasiun pompa ada delapan personel dan akhir bulan ini akan mulai bertugas," tutupnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#DPUPR #Pekalongan Timur #bbws #pemkot pekalongan #Pekalongan Utara #Pekalongan Barat #Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid #stasiun pompa