METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan membuka Bank Sampah Rintisan (BSR).
Warga dan instansi sekitar kantor DLH langsung berbondong-bondong menjadi nasabah untuk menabung sampah.
“Tadi kami setor sampah kurang lebih 5 kilogram,” tutur Pengamanan dan Pengawasan dari kantor Rubhasan Pekalongan, Mei Mei Esti di Bank Sampah DLH Jumat (16/2/2024).
Kantor Rubhasan Pekalongan, sebut Mei, sangat mendukung program pengurangan sampah di Kota Pekalongan.
Untuk itu, dengan sadar ikut memilah sampah, kemudian disetor ke Bank Sampah. Minimal bisa mengurangi sampah yang dikirim ke TPA.
“Tadi kami sampah plastik, botol plastik cukup banyak, kami setorkan di sini," ujar Mei.
Salah satu nasabah bank sampah lain, SDN Kandang Panjang 2 juga cukup antuasias dengan program ini.
Selama ini, sekolahnya telah rutin memilah sampah dengan adanya bank sampah rintisan di DLH. Ini membuat volume sampah di sekolahnya berkurang.
“Tadi kami bawa sekitar 20 kantong sampah kardus, botol plastik, dan sebagainya," kata perwakilan SDN Panjang 2, Eni Setiawati.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Pekalongan Sri Budi Santoso mengatakan, pendirian Bank Sampah Rintisan tersebut dalam rangka menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh setiap 21 Februari 2024.
Beberapa nasabah yang ikut menabung sampah, di antaranya SD Kandang Panjang 1 dan 2, SMP Wahid Hasyim, SMP Wahid Hasyim, Kantor Rubhasan, dan sebagainya. Mereka secara kompak datang mendukung gerakan pengurangan sampah.
Harapannya, volume sampah yang dibuang ke TPA semakin sedikit.
“Yang patut diapresiasi adalah lembaga-lembaga tersebut telah memilah sampah di tempat masing-masing. Baru sampah anorganiknya disetor ke bank sampah. Tentu manfaatnya banyak dan nilai ekonomis,” katanya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla