METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan-Empat kandidat calon ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah (Jateng) bersiap maju dalam pemilihan ketua pada Konferensi Wilayah (Konferwil) PWNU Jateng XVI di Gedung Aswaja Kota Pekalongan Selasa-Rabu 5-6 Maret 2024.
Keempatnya adalah ketua incumbent PWNU Jateng KH Moh Muzammil, Wakil Katib PWNU Jateng Dr KH Mohamad Arja Imroni M.Ag, Ketua Umum Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PBNU KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), dan Dosen FISIP UIN Walisongo Semarang KH Rofiq Mahfudz.
Dalam pemilihan kali ini, masing-masing calon memiliki basis suara yang dari Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di 35 kabupaten/kota di Jateng.
Namun ada beberapa kabupaten/kota yang memiliki dua PCNU, seperti Kabupaten Rembang ada PCNU Kabupaten Rembang, dan PCNU Lasem. Kemudian Brebes juga ada dua, dan lainnya.
KH Muzammil terbilang memiliki basis pemilih yang cukup kuat. Istilahnya, diuntungkan sebagai incumbent yang cukup disegani di kalangan PCNU. Sedangkan ketiga calon lainnya, juga tak kalah optimistis dalam konferensi kali ini.
“Yang memiliki suara dalam Konferwil kali ini dari kalangan PCNU dan PWNU Jateng sendiri,” kata Gunawan, bendahara PCNU Kota Semarang.
Beberapa arus bawah sudah memetakan. KH Arja Imroni cukup antusias untuk mencalonkan diri terbilang mendekati Konferwil. Sedangkan kedua calon lainnya yakni Gus Rozin dan KH Rofiq sudah bergerak cukup lama untuk meyakinkan pendukungnya.
Termasuk melakukan silaturrahmi dengan para sesepuh maupun ke PCNU maupun lembaga lainnya. Visi misi keempatnya juga sama sama menyentuh hajat hidup warga Nahdliyin dari berbagai sektor.
“Kontestasi ini tidak seharusnya dijadikan sebagai ajang meraih kekuasaan sebagaimana kontestasi-kontestasi politik. Tapi ini adalah organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. Siapapun yang menjadi rais am dan ketua tanfiziyah adalah jabatan pengabdian untuk melayani umat nahdliyin, bukan sebagai penguasa nahdliyin,” kata Wakil Ketua LD PWNU Jawa Tengah Abdul Basith yang dilansur oeh NU Online.
Kendati begitu, dalam pemilihan ketua PWNU Jateng kali ini cukup ketat. Tata tertib yang tahun sebelumnya menysaratkan calon diusung oleh minimal 9 suara, kini dinaikkan menjadi minimal 12 suara dari PCNU ini. "Ini cukup berat bagi kandidat yang sosialisasinya masih terbatas," kata salah satu sumber. (ida)
Editor : Ida Nor Layla