Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pekalongan Barat Terendam Ratusan Warga Mengungsi, Ini yang Dilakukan Pemkot Pekalongan

Lutfi Hanafi • Jumat, 15 Maret 2024 | 04:33 WIB

MENGUNGSI: Ratusan warga di Pekalongan Barat dari beberepa kelurahan saat mengungsi di Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, Kamis (14/3/2024).
MENGUNGSI: Ratusan warga di Pekalongan Barat dari beberepa kelurahan saat mengungsi di Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, Kamis (14/3/2024).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Di wilayah Pekalongan Barat hampir seluruhnya tergenang banjir. Bersyukur, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan langsung menyediakan tempat mengungsi bagi ratusan warga terdampak.

“Untuk wilayah Pekalongan Barat, hampir semua kelurahan memang tergenang banjir," kata Camat Pekalongan Barat Sri Karyati Kamis 14 Maret 2024.

Berdasarkan data ada ratusan penghuni di beberapa titik. Antara lain, di Aula Kecamatan Pekalongan Barat per Kamis 14 Maret 2024 pukul 10.00 WIB ada 203 jiwa. Kemudian di Masjid Al Ikhlas, Sidomulyo, Kelurahan Pasirkratonkramat Kecamatan Pekalongan Barat, ada 150 jiwa.

“Jika pengungsi bertambah, kami siapkan lokasi baru di area SDN Tirto 03,” ucapnya.

Untuk yang mengungsi di Kecamatan Pekalongan Barat, mayoritas warga Kampung Baru, Kelurahan Tirto, dan Kelurahan Pasirkratonkramat. Mereka mulai berdatangan mengungsi kesini sejak pukul 21.00.

Pihaknya, sudah berkoordinasi dengan Dinsos-P2KB untuk bantuan logistik makanan dan minuman, Dinas Kesehatan untuk layanan kesehatan dan obat-obatan, BPBD untuk evakuasi dan tanggap bencana.

"Untuk pelayanan kesehatan gratis ini juga sudah diberikan oleh Puskesmas Tirto,” ucap Sri Karyati.

Yang mana, warga banyak mengeluh demam dan flu, terutama bagi lansia. Sementara, untuk balita mudah terkena masuk angin, mengingat semalam hujan kembali turun deras. Dan suhu udara cukup dingin.

Salah satu pengungsi warga Pasirkratonkramat, Triyatun, 62, mengaku mulai mengungsi bersama suami dan anak-anaknya sejak semalam 13 Maret 2024 pukul 23.00 WIB.

Ia bersama keluarganya terpaksa mengungsi ke Aula Kecamatan Pekalongan Barat karena di rumahnya terendam banjir dengan ketinggian sepusar orang dewasa.

"Untuk pelayanan pengungsi disini sudah bagus, kalau mau minta atau butuh logistik apa langsung diberikan,” ucapnya.

Pengungsi juga diberikan layanan cek kesehatan dan pemberian obat-obatan sesuai keluhan pengungsi secara gratis. Selain itu, ada dropping air bersih juga dari BPBD. “Alhamdulillah sangat membantu pengungsi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tirto, dr Dhina Maryani layanan kesehatan yang diberikan yakni pemeriksaan penyakit pasca banjir seperti batuk, pilek, nyeri kepala, gatal-gatal, pengecekan tensi, dan sebagainya. Tim medis juga memberikan sejumlah vitamin dan obat-obatan sesuai keluhan para pengungsi.

Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para pengungsi baik-baik saja sekaligus mencegah munculnya penyakit yang lebih parah yang timbul akibat bencana banjir. Kebanyakan yang dikeluhkan para pengungsi adalah sakit pusing dan mual.

“Terpantau ada 1 orang pengungsi lansia berjenis kelamin laki-laki harus dirujuk ke rumah sakit terdekat karena mengalami sakit muntaber dan demam,” ungkapnya. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #banjir #mengungsi #Pekalongan Barat #pengungsi