Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Ini yang Dilakukan Pemkot Pekalongan dan Pemprov Jateng untuk Antisipasi Kenaikan Harga Kepokmas

Lutfi Hanafi • Jumat, 5 April 2024 | 23:58 WIB

SERAHKAN SEMBAKO: Secara simbolis Ketua TP PKK Kota Pekalongan Inggit didampingi Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid saat serahkan produk sembako murah ke masyarakat, Jumat (5/4/2024).
SERAHKAN SEMBAKO: Secara simbolis Ketua TP PKK Kota Pekalongan Inggit didampingi Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid saat serahkan produk sembako murah ke masyarakat, Jumat (5/4/2024).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng), terus mencari formula antisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat. Karena acapkali menjelang Ramadhan hingga Lebaran, selalu naik secara signifikan.

“Walaupun kenaikan harga sembako menjelang lebaran sudah menjadi wajar, tetapi hal ini jangan dibiarkan dan tetap harus mencari formulanya agar tidak naik,” kata Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid di Lapangan Mataram Kota Pekalongan Jumat 5 April 2024.

Dengan harga yang wajar, tentu masyarakat tidak semakin terbebani. Karena kebutuhan lain saat Ramadan dan Lebaran tentu tinggi.

Mas Aaf -sapaan akrab wali kota - sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jateng, untuk mencari formula antisipasi kenaikan harga kepokmas yang sangat signifikan.

“Salah satu cara antisipasinya dengan menggelar pasar murah ini,” kata wali kota.

Untuk itu, mewakili Pemkot Pekalongan dan masyarakat Kota Pekalongan, wali kota menyampaikan terima kasih kepada Disperindag Provinsi Jateng, yang telah menginisiasi kegiatan pasar murah Ramadan.

Kepala Disperindag Provinsi Jateng Ratna Kawuri mengungkapkan, pihaknya terus bekerja sama dengan pemerintah daerah menyelenggarakan pasar murah Ramadan. Yang bertujuan untuk menyediakan kepokmas terutama menjelang Lebaran.

“Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak hanya mendapatkan barang kebutuhan jelang Lebaran dengan kualitas yang terjamin,” ucapnya.

Tidak hanya terjamin, tetapi juga harganya harus sesuai Harga Acuan Penjualan/Harga Eceran Tertinggi (HAP/HET) atau bahkan bisa lebih murah dibawah HET.

Ratna menyebutkan, ada 20 tenant atau berpartisipasi dalam gelaran Pasar Murah Ramadan ini, di antaranya tenant Perum Bulog, Transmart, Alfamart, tenant Dinperpa, DKP, TP-PKK, Bhayangkari, Persit Candra Kirana, dan sejumlah UMKM yang ada di Kota Pekalongan.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Terbukti, sejak pagi pukul 07.00 WIB, warga sudah rela mengantri untuk belanja,” ucapnya.

Yang paling diburu tadi salah satunya komoditi beras yang menjadi kebutuhan pokok utama masyarakat dan kontributor utama penyumbang inflasi. Karena beras SPHP kemasan 5 kg, di pasar ini dijual Rp 52 ribu.

Salah satu warga Banyurip Kota Pekalongan yang memanfaatkan adanya pasar murah, Ani mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Terlebih lagi, harga yang dijual disini lebih murah dibandingkan harga di pasaran maupun toko.

Ia sengaja membeli paket sembako berisikan beras 5 kg, gula pasir 1 kg, dan 1 liter minyak goreng yang dibanderol dengan harga Rp 82 ribu. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #pemprov jateng #Kepokmas #pasar murah