Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Ini Cara Pemkot Pekalongan Menghidupkan Lahan Pertanian yang Sempat Terendam Banjir Rob

Lutfi Hanafi • Kamis, 15 Agustus 2024 | 07:38 WIB

 

SIMBOLIS: Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid yang hadir melihat langsung uji coba perdana penanaman padi varietas Biosalin, di Kelurahan Krapyak Pekalongan Utara, Rabu (14/8/2024).
SIMBOLIS: Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid yang hadir melihat langsung uji coba perdana penanaman padi varietas Biosalin, di Kelurahan Krapyak Pekalongan Utara, Rabu (14/8/2024).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Lahan terdampak rob di Kota Pekalongan mulai dimanfaatkan untuk pertanian.

Lahan sawah payau bekas terdampak rob di wilayah Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara, diuji coba penanaman padi jenis Biosalin.

“Lahan sawah ini, hampir 10 tahun terdampak banjir dan rob. Kini bisa dimanfaatkan kembali menjadi lahan produktif,” kata Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid yang melihat langsung uji coba perdana penanaman padi varietas Biosalin di Bantaran Sungai Krapyak, Rabu 14 Agustus 2024.

Uji coba ini, kata wali kota, untuk meningkatkan ketahanan pangan. Kali ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) bekerjasama dengan Kodim 0710/Pekalongan, Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BBPSI Biogen) Kementerian Pertanian.

“Hari ini kami uji coba perdana penanaman padi varietas Biosalin di lahan sawah payau,” terangnya.

Perlu diketahui, sebenarnya beberapa waktu lalu telah dilakukan penanaman padi Biosalin 1 dan 2 dengan sistem Tanam Pindah (Tapin). Namun kali ini penanaman Biosalin dengan model Tanam Benih Langsung (Tabela).

Munculnya lahan ini, kata wali kota, imbas penanganan banjir dan rob di Kota Pekalongan yang tepat. Sebelumnya, dalam 10 tahun terakhir seluas 95 hektare areal pertanian di Kelurahan Krapyak dan Degayu terdampak rob.

Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Rizky Aditya menerangkan, uji coba menghidupkan kembali lokasi bekas terendam banjir dan rob ini bari di 5 hektare untuk tahap awal. Dengan ditanami bibit padi varietas Biosalin seluas 1 hektare.

"Mudah-mudahan penanaman padi Biosalin di sini memberikan hasil yang baik,” harapnya.

Perwakilan BBPSI Biogen Bagian Pengembangan Benih Biosalin Sumali, Bagian Pengembangan Benih Biosalin, Sumali, menjelaskan, varietas Biosalin 1 dan Biosalin 2 ini memang tahan terhadap air payau atau air tawar yang bercampur dengan air laut.

Sebenarnya penanaman padi di lahan yang diuji coba yang bekas terdampak rob tersebut tidaklah mudah. Dari pengukuran, kadar Total Dissolved Solids (TDS) atau zat padat terlarut di lahan tersebut mencapai 4.000 ppm.

Dengan kadar TDS setinggi itu, tidak bisa ditanami bibit padi varietas biasa. Apalagi dengan kadar salinitas yang mencapai 14 persen. Maka, digunakanlah bibit padi Biosalin yang bisa tahan terhadap air payau.

"Jika bukan pakai biosalin 1 maupun 2, risikonya tanaman akan mati," ujarnya.

Sumali memperkirakan, tingkat keberhasilan penanaman padi Biosalin di lahan tersebut mencapai 85 persen.

Tingkat keberhasilan bisa naik ke 95 persen, jika ada air hujan. Adapun masa panennya sekitar 85 hari sejak penanaman. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#padi #Biosalin #banjir rob