Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Bendung Gerak Siap Tanggulangi Banjir dan Rob di Kota Pekalongan, Ini Cara Operasionalnya

Lutfi Hanafi • Selasa, 26 November 2024 | 17:53 WIB

TINJAU BENDUNG GERAK - Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid dan jajaran saat meninjau bendung gerak di kawasan pesisir utara Kota Pekalongan pada Senin (25/11/2024).
TINJAU BENDUNG GERAK - Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid dan jajaran saat meninjau bendung gerak di kawasan pesisir utara Kota Pekalongan pada Senin (25/11/2024).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pembangunan Bendung Gerak Sungai Loji - Kali Banger di Kota Pekalongan yang didanai pemerintah pusat sebesar Rp 1,2 triliun telah rampung 100 persen.

Bahkan sudah mulai dilakukan uji coba dalam penanggulangan banjir dan rob di Kota Pekalongan.

Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid yang masuk kembali sebagai wali kota setelah masa cuti Pilkada Kota Pekalongan, kini meninjau langsung operasional bendung gerak di kawasan pesisir utara Kota Pekalongan Senin 25 November 2024.

Menurutnya, uji coba ini menunjukkan progres positif, terutama dengan surutnya debit air di Sungai Loji.

"Bendung gerak ini telah berhasil mengontrol debit air di Sungai Loji, sehingga permukaan airnya surut. Ini adalah langkah besar dalam upaya penanggulangan banjir dan rob di Kota Pekalongan," kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf.

Bendung gerak ini dilengkapi berbagai fasilitas modern, seperti automatic rotary screen untuk mengangkat sampah secara otomatis dan lima pompa air dengan kapasitas total 18 meter kubik per detik.

Dua pompa memiliki kapasitas masing-masing 1,5 meter kubik, sementara tiga pompa lainnya berkapasitas 5 meter kubik.

Namun, wali kota menekankan pekerjaan rumah masih tersisa, yaitu sedimentasi tanah di Sungai Loji yang perlu dikeruk secara bertahap.

"Mengatasi sedimentasi ini tidak mudah. Kami menggunakan dua unit ekskavator, tetapi proses ini memerlukan waktu dan kesabaran. Kami juga mengusulkan tambahan mesin untuk memilah sampah yang terangkut," jelasnya.

Dalam pengoperasiannya, bendung gerak melibatkan 16 tenaga operator dan 8 petugas keamanan yang bekerja dalam sistem shift.

Setiap shift terdiri atas enam orang yang bertugas di berbagai area, mulai dari sistem bendung hingga pompa, dengan cakupan area seluas 4 hektare.

Mas Aaf juga mencatat, meskipun debit air surut, ada dampak lain yang perlu diwaspadai, seperti penurunan tanah di beberapa titik bantaran Sungai Loji.

"Beberapa titik, bahkan amblas. Ini akan kami evaluasi lebih lanjut untuk memastikan tidak ada risiko besar di masa depan," ujarnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai 2 BBWS Pemali Juana, Dani Prasetyo menjelaskan, bendung gerak ini memiliki fungsi utama untuk menjaga elevasi air agar tidak terjadi limpasan.

"Bendung gerak dapat mengatur buka tutup pintu secara otomatis maupun manual sesuai kebutuhan elevasi air di hulu dan hilir," terangnya.

Bendung ini memiliki lima pintu dengan masing-masing berukuran lebar 8 meter dan tinggi 4,5 meter. Dalam kondisi normal, lebar total sungai mencapai 40 meter.

Dengan bendung ini, air laut tidak lagi masuk ke Sungai Loji saat elevasi tinggi. Sementara air dari hulu dapat dialirkan ke laut menggunakan gravitasi atau pompa.

Dengan rampungnya bendung gerak, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan optimistis dapat mengurangi risiko banjir dan rob yang selama ini menjadi masalah utama di wilayah pesisir.

Mas Aaf berharap keberhasilan proyek ini menjadi langkah awal menuju pengelolaan air yang lebih baik, sembari terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani dampak lainnya, seperti sedimentasi dan pengelolaan sampah.

"Progres ini adalah hasil sinergi yang baik antara Pemerintah Pusat, Pemkot Pekalongan, dan masyarakat. Kami optimistis, Kota Pekalongan lebih siap menghadapi tantangan banjir dan rob kedepannya," tutup mas Aaf. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #bendung gerak #banjir #bbws #rob #Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid