METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan –Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekalongan mencatat keberhasilan dalam penerapan sistem Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA) dan New Sistem Aplikasi Perizinan Online Ringkas Ekonomis (New Sakpore).
Terbukti, sebanyak 2.894 Nomor Induk Berusaha (NIB) dan 2.138 perizinan non usaha berhasil diterbitkan di tahun 2024.
Kepala DPMPTSP Kota Pekalongan, Beno Heritriono menyampaikan, penerapan teknologi ini telah mendukung berbagai sektor usaha di Kota Pekalongan, mulai dari perdagangan, perindustrian, hingga pariwisata.
"Alhamdulillah, penggunaan teknologi ini mempermudah dan mempercepat proses perizinan serta membantu pelaku usaha dalam mendapatkan legalitas untuk menjalankan kegiatan," ujar Beno, Kamis (23/1/2025).
Dari total NIB yang diterbitkan, tiga sektor utama mendominasi. Yakni, perdagangan (1.711 izin), perindustrian (1.326 izin), dan pariwisata (638 izin). Hal ini menunjukkan diversifikasi ekonomi yang semakin berkembang di Kota Pekalongan.
Beno menjelaskan, penerapan OSS RBA memungkinkan integrasi langsung dengan sistem Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (Kemeninveshil/BKPM), mempermudah koordinasi jika terjadi kendala teknis.
"Kami berharap pelaku usaha yang belum bermigrasi ke sistem OSS RBA segera melakukan penyesuaian NIB. Kami siap mendampingi mereka dalam proses ini untuk memastikan kelancaran," tambahnya.
Selain platform digital, DPMPTSP juga membuka ruang pelayanan manual melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) yang diresmikan 2 September 2024 lalu.
Berlokasi di sebelah kantor DPMPTSP, MPP menjadi pusat layanan bagi pelaku usaha yang membutuhkan bantuan langsung.
Tak hanya itu, layanan keliling Administrasi Perizinan Melalui Layanan Keliling Terpadu (Si Aap Mlaku) menghadirkan petugas yang beroperasi di berbagai kelurahan dan kecamatan.
"Kami memiliki empat tim yang secara mobile membantu masyarakat dalam mengurus perizinan," ungkap Beno.
Beno optimistis, penerapan teknologi perizinan akan menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kota Pekalongan.
Ia berharap capaian penerbitan izin menjadi tolok ukur keberhasilan pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
"Dengan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, kami yakin ekonomi Kota Pekalongan dapat terus tumbuh. Kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan perizinan guna mendukung diversifikasi usaha yang lebih luas," pungkasnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla