Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Hujan Dua Hari Guyur Kota Pekalongan, Ratusan Warga Mengungsi Akibat Banjir

Lutfi Hanafi • Sabtu, 1 Februari 2025 | 16:12 WIB

EVAKUASI - Warga Kelurahan Tirto yang tinggal di sekitar bantaran sungai Asem Binatur dievakuasi tim gabungan, menuju pengungsian, pada Kamis (30/1/2025).
EVAKUASI - Warga Kelurahan Tirto yang tinggal di sekitar bantaran sungai Asem Binatur dievakuasi tim gabungan, menuju pengungsian, pada Kamis (30/1/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Tingginya curah hujan yang mengguyur Kota Pekalongan selama dua hari Rabu-Kamis 29-30 Januari 2025, telah menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.

Sungai Bremi di sisi barat kota pun meluap. Banjir pun melanda permukiman warga, di Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat.

Warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan pun sigap menyiapkan titik pengungsian di Aula Kecamatan Pekalongan Barat.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, Aprilyanto Dwi Purnomo, mengatakan, hujan dengan intensitas sedang hingga besar disertai angin kencang terjadi selama dua hari berturut-turut.

"Banjir kali ini, selain karena curah hujan tinggi, dibarengi dengan naiknya permukaan air laut,” kata Aprilyanto Kamis siang 30 Januari 2025.

Berdasarkan informasi BMKG, tingginya curah hujan di Jawa Tengah (Jateng) dipengaruhi oleh kombinasi aktif beberapa fenomena atmosfer global, seperti La Nina lemah, Monsun Asia, serta fase bulan baru yang meningkatkan curah hujan, angin kencang, hingga gelombang tinggi di wilayah pesisir.

April menyebutkan, banjir juga terjadi di sebagian wilayah Kecamatan Pekalongan Utara, Kecamatan Pekalongan Timur, dan Kecamatan Pekalongan Barat, dengan dampak cukup besar.

Hingga Kamis 30 Januari 2025 pukul 13.00 WIB, banjir masih menggenangi sejumlah jalan utama dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 40 sentimeter.

Berdasarkan laporan terakhir pada pukul 13.48 WIB, sudah ada 53 warga yang mengungsi ke Musala Al Munir Kampung Baru, Kelurahan Tirto.

Mereka terdiri atas 5 balita, 8 anak-anak, 8 remaja, 31 orang dewasa, dan 1 lansia. Selain itu, sebanyak 98 orang mengungsi di Aula Kecamatan Pekalongan Barat.

Mereka kebanyakan berasal dari wilayah Pasirsari, Kelurahan Pasirkratonkramat, dan Kampung Baru, Kelurahan Tirto.

BPBD bersama stakeholder terkait, termasuk TNI, Polri, OPD, dan relawan kebencanaan, telah melakukan upaya penanganan dan mitigasi bencana.

Termasuk bersiaga memastikan keselamatan warga dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan.

Situasi masih terus berkembang, dan BPBD Kota Pekalongan mengimbau masyarakat tetap waspada serta mengikuti informasi resmi terkait cuaca dan kebencanaan.

Bahkan ada dua rumah roboh akibat banjir ini di wilayah Poncol, Kecamatan Pekalongan Timur, dan Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat. “Alhamdulillah atas kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa,” serunya.

Camat Pekalongan Barat, M Natsir menjelaskan, posko pengungsian telah disiapkan di Aula Kecamatan Pekalongan Barat bagi warga yang terdampak banjir.

Wilayah Pekalongan Barat terkena dampak parah di RW 08 Kelurahan Tirto. Sebagian besar warga masih bertahan di Musala Al Munir Kampung Baru Tirto. Lokasinya tidak jauh dari rumah mereka.

Jika kondisi di musala sudah tidak memungkinkan, mereka diungsikan ke Aula Kecamatan Pekalongan Barat.

Pihaknya sudah menyiapkan armada dan personel kelurahan untuk mobilisasi penjemputan pengungsi.

"Sarana prasarana seperti tambahan toilet mobile, tandon air, dan bantuan logistik juga telah kami siapkan dengan koordinasi bersama BPBD, DPUPR, dan instansi terkait lainnya," kata Natsir. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#evakuasi #banjir #pengungsian