METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Pekalongan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kota Pekalongan, Aprilyanto Dwi Purnomo, mengungkapkan bahwa sesuai perkiraan BMKG, cuaca ekstrem ini akan berlangsung dari minggu ketiga Januari hingga minggu kedua Februari 2025.
Sementara itu, air pasang diperkirakan masih terjadi hingga 1 Februari 2025. Intensitas hujan yang tinggi selama dua hari menyebabkan wilayah cekung di Kota Pekalongan tergenang, drainase penuh, serta limpasan Sungai Bremi di sisi barat kota menggenangi permukiman warga, terutama di wilayah Kelurahan Tirto.
Banjir merendam sejumlah kelurahan dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 40 sentimeter.
Beberapa wilayah yang terdampak banjir di antaranya Kelurahan Tirto, Podosugih, Gamer, Pasirkratonkramat, Klego, Kauman (Sugihwaras), Karangmalang (Bondansari, RT 4 RW 13), serta Kalibaros (RT 2 RW 1).
Selain itu, beberapa ruas jalan utama juga tergenang dengan ketinggian air yang bervariasi, seperti
- Jalan Progo setinggi 20-30 sentimeter.
- Jalan Kurinci, Jalan Majapahit, dan Jalan Slamet setinggi 20-35 sentimeter.
- Jalan Cempaka, Jalan Truntum, Jalan Teratai setinggi 20-30 sentimeter.
- Jalan Semarang, Jalan Surabaya, Jalan Abdullah R setinggi 20-30 sentimeter.
- Jalan Blimbing, dan Jalan Merak setinggi 30 sentimeter.
- Jalan Patriot, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Jalan Pramuka setinggi 10-30 sentimeter.
- Jalan Jlamprang setinggi 30 sentimeter.
- Jalan Ki Mangun Sarkoro dan Jalan Patiunus setinggi 20-40 sentimeter.
Lurah Tirto, Erwindya Agustina, menyatakan, setelah Kota Pekalongan diguyur hujan semalaman sejak 29 Januari 2025 hingga 30 Januari 2025, hampir seluruh wilayah Kelurahan Tirto mengalami banjir, terutama di RW 08 Kampung Baru Tirto yang terdampak cukup parah.
Rumah pompa di wilayah ini untuk sementara dimatikan karena kondisi Sungai Bremi yang meluap ke permukiman.
"Tadi Pak RW 08 Kampung Baru Tirto sudah melaporkan ada lansia dan beberapa warga yang meminta dievakuasi ke tempat lebih aman. Kami telah berkoordinasi dengan BPBD Kota Pekalongan untuk menyiapkan personel satgas dan perahu karet yang standby di lokasi," jelas Erwindya.
Beberapa RW di Kelurahan Tirto yang tergenang banjir di antaranya RW 01 setinggi 10-20 sentimeter. Di RW 07 setinggi 10 sentimeter, dan RW 08 setinggi sedada orang dewasa.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan telah menyiapkan posko pengungsian di Aula Kecamatan Pekalongan Barat.
Untuk kebutuhan logistik, Dinas Sosial-P2KB telah berkoordinasi untuk menyuplai makanan, minuman, serta kebutuhan lain bagi para pengungsi.
Astuti Handayani, warga Sidomulyo, Pasirsari, Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat, terpaksa mengungsi bersama keluarganya karena rumahnya sudah terendam air setinggi lutut orang dewasa.
"Air masuk ke rumah sekitar pukul 02.00 pagi, kemudian hujan tidak berhenti-henti sampai pagi, banjirnya semakin tinggi. Akhirnya mau tidak mau harus mengungsi. Sebab, kondisi rumah sudah terendam semua, bahkan untuk tidur juga kesulitan," ujarnya.
Pemkot Pekalongan mengimbau masyarakat yang terdampak banjir, terutama di Kecamatan Pekalongan Barat, agar mengutamakan keselamatan diri.
Jika kondisi rumah sudah tidak memungkinkan untuk ditinggali, warga diminta segera mengungsi ke posko yang telah disediakan di Aula Kecamatan Pekalongan Barat.
BPBD Kota Pekalongan bersama instansi terkait terus bersiaga untuk menangani dampak banjir dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.
Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti perkembangan informasi resmi terkait kondisi cuaca dan banjir. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla