Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pemkot Pekalongan Targetkan 27 Kelurahan Pintar untuk Pelayanan yang Lebih Efisien

Lutfi Hanafi • Rabu, 26 Februari 2025 | 06:03 WIB
DISKUSI – Tim Kominfo Kota Pekalongan saat diskusi dengan perwakilan Kelurahan se Kota Pekalongan, Rakor Kelurahan pintar di Ruang Buketan, Selasa (25/2/2025).
DISKUSI – Tim Kominfo Kota Pekalongan saat diskusi dengan perwakilan Kelurahan se Kota Pekalongan, Rakor Kelurahan pintar di Ruang Buketan, Selasa (25/2/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Dalam upaya meningkatkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan efisien, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Pekalongan menargetkan penerapan konsep Kelurahan Pintar di 27 kelurahan pada tahun 2025.

Program ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Kota Pekalongan sebagai Smart City yang inklusif dan berkelanjutan.

Kepala Bidang Aplikasi dan Persandian Dinkominfo, Kusuma Adi Achmad, menjelaskan, secara sederhana, Kelurahan Pintar merupakan konsep penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan yang cerdas, baik dalam pemanfaatan teknologi informasi maupun non-teknologi.

“Pendekatan ini tidak menciptakan program-program baru yang berpotensi membebani masyarakat, namun lebih pada restrukturisasi program yang sudah ada agar lebih mudah dikontrol dan diterapkan,” katanya dalam Rapat Koordinasi Kelurahan Pintar yang melibatkan perangkat kelurahan dan stakeholder terkait di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Selasa 25 Februari 2025.

Program ini juga mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk komunitas dan akademisi.

Saat pertama kali diluncurkan, sudah ada empat kelurahan yang menjadi pilot project Kelurahan Pintar, yakni Kelurahan Kuripan Yosorejo, Padukuhan Kraton, Sapuro Kebulen, dan Kauman.

Beberapa kegiatan dalam program ini mencakup sosialisasi, pelatihan simulasi pembaruan website kelurahan, serta pemanfaatan sistem administrasi kelurahan yang dikembangkan Dinkominfo untuk membantu pengelolaan laporan kelurahan.

Selain itu, Dinkominfo juga memfasilitasi takmir masjid di empat kelurahan tersebut dalam pemanfaatan tools grafis seperti Canva guna meningkatkan kreativitas dalam administrasi undangan, promosi, dan kegiatan lainnya.

Di sisi ekonomi, program ini juga memberikan pelatihan digital marketing bagi pelaku UMKM.

Pada tahun 2025, Dinkominfo menargetkan seluruh kelurahan di Kota Pekalongan dapat menerapkan konsep Kelurahan Pintar.

Untuk mendukung implementasi program ini, akan dibentuk tim koordinasi, duta digital, dan relawan digital di masing-masing kelurahan yang bertugas mengedukasi dan melatih masyarakat agar lebih melek digital serta meningkatkan literasi digital.

Kelurahan Pintar tidak hanya berorientasi pada digitalisasi, tetapi juga pada aspek-aspek yang lebih luas seperti peningkatan keterampilan masyarakat melalui pelatihan.

Untuk smart government, program ini akan mendukung layanan kelurahan dalam penyediaan laporan atau surat keterangan bagi warga.

“Dari sisi infrastruktur, juga disediakan layanan wifi gratis. Meski belum semua pilar dapat dijalankan sepenuhnya, harapannya setiap kelurahan bisa memprioritaskan solusi bagi potensi dan permasalahan yang ada di wilayahnya,” ujar Kusuma Adi Achmad.

Kepala Dinkominfo Kota Pekalongan, Arif Karyadi, menambahkan, program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya aparatur kelurahan serta mendorong partisipasi masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

“Konsep Kelurahan Pintar ini mengadopsi skala yang lebih besar yaitu Smart City. Namun, untuk mewujudkan Smart City secara menyeluruh, diperlukan pendekatan yang terstruktur, dimulai dari unit pemerintahan terkecil sekaligus garda terdepan pemerintah, yakni kelurahan,” ungkap Arif.

Ia menjelaskan, Kelurahan Pintar memiliki enam dimensi Utama, yakni Smart Governance, efisiensi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.

Smart Economy, pengembangan ekonomi digital dan kewirausahaan. Smart Living, peningkatan kualitas hidup dan fasilitas umum.

Smart Society, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan keamanan. Smart Branding, penguatan identitas lokal dan promosi wisata. Dan Smart Environment, pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

“Harapannya, seluruh kelurahan di Kota Pekalongan dapat menerapkan konsep ini. Dengan begitu, mereka bisa menyelesaikan permasalahan di wilayahnya, meningkatkan perekonomian masyarakat, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan,” pungkas Arif Karyadi. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Kelurahan Pintar #pemkot pekalongan #Dinkominfo Kota Pekalongan