Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Tarling Perdana, Walikota dan Wawali Pekalongan Disambati Warga Soal Penggerusan Sungai Kupang, Ini Solusi dari Pemkot

Lutfi Hanafi • Rabu, 12 Maret 2025 | 19:29 WIB
DISKUSI - Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid dan Wakil WaliKota Hj Balgis Diab saat Tarling Ramadhan, di Masjid Darul Hikmah,  Pekalongan Selatan, Senin malam (10/3/2025).
DISKUSI - Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid dan Wakil WaliKota Hj Balgis Diab saat Tarling Ramadhan, di Masjid Darul Hikmah,  Pekalongan Selatan, Senin malam (10/3/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Safari tarawih atau tarling perdana Ramadhan 1446 H yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan.

Tarling yang berlangsung di Masjid Darul Hikmah, Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Senin malam 10 Maret 2025.

Tarling  menjadi momentum bagi warga untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada pemimpin daerah.

Kegiatan tarling ini diawali dengan salat tarawih berjamaah. Kemudian Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid dan Wakil Wali Kota Hj Balgis Diab pun menerima keluhan warga.

Tarling  ini sekaligus menjadi wadah bagi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan untuk berdialog langsung dengan masyarakat.

Salah satu permasalahan utama yang disampaikan warga adalah terkikisnya tanah di pinggiran Sungai Kupang di wilayah Kuripan Kidul, Kecamatan Pekalongan Utara, akibat derasnya arus air dari arah selatan.

Mujib, salah satu warga Kuripan Kidul, mengungkapkan kekhawatiran semakin meluasnya penggerusan tanah yang sudah mencapai 3-4 meter.

Ia berharap pemerintah segera turun tangan dengan memberikan solusi berupa betonisasi, seperti yang telah diterapkan di Sungai Lodji dan Sungai Banger.

Semenjak adanya pengerukan di Sungai Kupang, tanah di beberapa titik di Kuripan Kidul semakin tergerus.

Beban air dari selatan semakin besar, membuat tanah di bantaran sungai semakin terkikis.

"Kami berharap ada kebijakan khusus dari Pemkot Pekalongan untuk penanganan banjir dan rob, tidak hanya di Pekalongan Utara, tetapi juga di Pekalongan Selatan," ungkap Mujib.

Menanggapi keluhan warga, Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Mas Aaf menegaskan, Pemkot Pekalongan akan mencari solusi terbaik.

Menurutnya, penggunaan bronjong sungai hanya mampu bertahan beberapa tahun, sehingga solusi yang lebih tepat adalah betonisasi agar lebih tahan lama.

"Kami akan mengusahakan penanganan yang lebih permanen di pinggir Sungai Kupang. Dengan betonisasi, penggerusan tanah bisa dicegah dan keamanan warga yang tinggal di sekitar sungai dapat lebih terjamin, ujar Mas Aaf.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekalongan Hj Balgis Diab menambahkan, Pemkot Pekalongan akan mengoptimalkan berbagai program pembangunan, termasuk dalam hal infrastruktur dan kesehatan masyarakat.

Melalui kegiatan tarling ini, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan menegaskan komitmennya dalam mendengar dan menangani permasalahan masyarakat secara langsung.

Mas Aaf berharap agar warga tetap aktif dalam menyampaikan aspirasi serta mendukung program-program pembangunan demi terwujudnya Kota Pekalongan yang lebih maju, nyaman, dan sejahtera.

Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang dijalankan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Dengan adanya komunikasi yang baik antara pemerintah dan warga, kita bisa bersama-sama membangun Pekalongan yang lebih baik ke depan,” pungkas Hj Balgis Diab. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#ramadhan #tarawih #Wakil Walikota Pekalongan Hj Balgis Diab #Safarai Ramadan #tarling #Pekalongan Selatan #masjid #Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid