METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan memilih jalan sunyi nan khidmat, tanpa pesta dan kembang api, dalam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-119 Kota Pekalongan.
Dengan istighotsah kubro, khotmil quran, dan doa bersama.
Perayaan sederhana yang melibatkan tokoh lintas agama ini, tidak dilaksanakan tepat di hari ulang tahunnya 1 April, melainkan delapan hari kemudian Rabu 9 April 2025.
Bertempat di halaman Kantor Sekretariat Daerah (Sekda), suasana pagi itu penuh khusyuk.
Tak ada pesta meriah, namun ada gema doa dan refleksi mendalam yang menghangatkan jiwa.
“Ini bukan soal seremonial, tapi soal makna. Kami pilih merayakan dengan cara yang sederhana namun menyentuh,” kata Wali Kota HA Afzan Arslan Djunaid yang akrab disapa Mas Aaf.
Pemilihan tanggal 9 April, selain sebagai penyesuaian terhadap momen libur Idul Fitri, juga mengikuti arahan Presiden untuk meniadakan kegiatan seremonial besar selama masa libur Lebaran.
Mas Aaf menjelaskan, usia ke-119 adalah momentum penting untuk merenung dan menata ulang semangat membangun.
“Hari jadi ini bukan hanya perayaan tanggal, tapi tentang bagaimana memahami perjalanan panjang kota ini—penuh dinamika, tantangan, dan harapan,” ungkapnya.
Ia menyoroti masalah kota, seperti penanganan sampah dan bencana banjir, tidak bisa diselesaikan dalam satu periode kepemimpinan.
Namun, kolaborasi adalah kunci agar langkah ke depan tetap mantap.
Mas Aaf menegaskan, Pemkot Pekalongan tidak menjanjikan penyelesaian instan atas semua persoalan, namun menjanjikan gerakan nyata, lobi ke pusat, dan sinergi lintas pihak untuk membangun masa depan yang lebih cerah.
“Kami tidak menjanjikan semua tuntas, tapi kami berkomitmen untuk terus bergerak,” ujarnya mantap. (han/ida)