METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Di tengah darurat sampah yang sedang melanda Kota Pekalongan, sekelompok perempuan bangkit menjadi harapan.
Bukan dari kantor pemerintah, melainkan dari dapur-dapur rumah tangga.
Hal itu terungkap dalam Halal Bi Halal (HBH) yang digelar Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Pekalongan, di Rumah Dinas Wali Kota, Jumat 11 April 2025.
Langkah ini, menurutnya, bukan hanya bentuk kepedulian, tapi juga aksi nyata menyelamatkan kota.
Ia berharap, gerakan perempuan peduli sampah bisa menjadi gerakan masif yang dimulai dari komunitas terkecil, yakni keluarga.
Senada, Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menyebut bahwa inilah saat yang tepat bagi organisasi perempuan untuk mengambil sikap.
“Kita sudah terlalu lama abai. Sekarang, TPA ditutup, semua dipaksa turun tangan. Maka GOW, PKK, dan seluruh organisasi perempuan harus punya program konkret yang mendukung solusi,” tegas Inggit.
Ia juga mendorong setiap organisasi untuk menciptakan gerakan mandiri dalam edukasi dan aksi pengelolaan sampah, agar masalah tidak hanya menjadi beban pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.
Dengan semangat kebersamaan dan kekuatan kaum ibu, Halal Bi Halal kali ini menjadi titik balik, dari acara seremonial menjadi pemantik perubahan.
Perempuan Pekalongan kini tak hanya menjadi tiang rumah tangga, tapi juga tiang penyelamat lingkungan kota. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla