Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Wakil Wali Kota Balgis Diab Gaet Jemaat Gereja Jadi Pelopor Gerakan Nol Sampah di Kota Pekalongan

Lutfi Hanafi • Selasa, 29 April 2025 | 22:44 WIB

 

AKRAB - Wawalkot Balgis saat bercengkrama dengan jemaat Gereja Bethel Indonesia di Gereja Baptis Sangkakala, Poncol, Selasa malam (29/4/2025).
AKRAB - Wawalkot Balgis saat bercengkrama dengan jemaat Gereja Bethel Indonesia di Gereja Baptis Sangkakala, Poncol, Selasa malam (29/4/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi pengelolaan sampah secara mandiri.

Dengan menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk komunitas keagamaan.

Kali ini, giliran jemaat Gereja Baptis Indonesia Sangkakala Poncol yang digandeng langsung oleh Wakil Wali Kota Pekalongan Hj Balgis Diab, untuk menjadi pioner perubahan dalam menghadapi Darurat Sampah Kota Pekalongan.

Dalam pertemuan rutin Gabungan Wanita Kristen Pekalongan (GWKP) yang berlangsung Senin malam 28 April 2025, Balgis menekankan pentingnya penyelesaian masalah sampah.

Tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi butuh keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk umat beragama.

Pihaknya mendorong seluruh jemaat GWKP untuk mulai memilah sampah dari rumah, terutama antara sampah organik dan non-organik.

Selain itu, pihaknya juga menyarankan untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, termasuk dalam kegiatan ibadah.

"Gunakan tumbler dan bawa air minum dari rumah," ujar Balgis.

Balgis optimistis, perubahan kecil yang dilakukan secara kolektif bisa berdampak besar bagi kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Ia juga menyebutkan jemaat gereja sebagai komunitas yang strategis untuk menjadi teladan bagi masyarakat sekitar dalam membentuk budaya hidup bersih.

"Saya percaya, dari komunitas kecil seperti ini, akan muncul perubahan besar. Kami ingin jemaat bisa menjadi agen perubahan, menyebarkan semangat pengelolaan sampah ke keluarga, tetangga, hingga lingkungan kerja," imbuhnya.

 

Sementara itu, Koordinator Bidang Kegiatan Gereja Baptis Indonesia Sangkakala, Irene Rimbarto, menyambut baik ajakan pemerintah tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa pihak gereja selama ini juga aktif menyisipkan edukasi tentang pengelolaan sampah dalam setiap kegiatan jemaat.

Masalah sampah ini tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. Ini tanggung jawab kolektif.

"Di gereja, kami mulai dengan langkah kecil seperti membuat pohon Natal dari botol plastik bekas, serta mengadakan pelatihan pengolahan sampah organik menggunakan biowash," ungkap Irene.

Biowash menjadi teknologi andalan dalam pelatihan terbaru yang diikuti jemaat.

Teknologi ini memungkinkan sampah dapur organik diproses dalam hitungan detik menjadi media tanam yang berguna.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa solusi pengelolaan sampah bisa dimulai dari rumah dan komunitas terkecil.

Pemkot Pekalongan menyatakan akan terus mendorong model pendekatan berbasis komunitas ini ke lebih banyak tempat ibadah dan lingkungan sosial.

Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu membentuk kesadaran kolektif masyarakat untuk menciptakan Pekalongan yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan. 

Baca Juga: Polisi Periksa Saksi Dugaan Penipuan Emas di Pegadaian Ulujami Pemalang, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

"Kalau gereja bisa, komunitas lain pasti bisa. Mari kita jadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari gaya hidup. Bukan karena dipaksa, tapi karena peduli," tutup Balgis penuh semangat. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #Wawalkot Balgis Diab #keagamaan #Wakil Walikota Pekalongan Hj Balgis Diab #edukasi #komunitas #pemerintah #mandiri #Gereja Baptis Indonesia #sampah #sosialisasi #Pionir #darurat sampah