Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pemkot Pekalongan Gencarkan Edukasi Pilah Sampah dari Rumah Menuju Kota Pekalongan Bebas Plastik

Lutfi Hanafi • Selasa, 29 April 2025 | 22:53 WIB
EDUKASI WARGA - Wakil Walikota Pekalongan Hj Balgis Diab saat berikan edukasi tentang penangan sampah kepada warga Pekalongan Selatan, Selasa (29/4/2025).
EDUKASI WARGA - Wakil Walikota Pekalongan Hj Balgis Diab saat berikan edukasi tentang penangan sampah kepada warga Pekalongan Selatan, Selasa (29/4/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Dalam situasi darurat sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan tak tinggal diam.

Melalui berbagai pendekatan berbasis edukasi, Pemkot Pekalongan terus mendorong perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan Hj Balgis Diab menegaskan pentingnya peran aktif warga dalam memilah sampah sejak dari sumbernya—yakni dari rumah.

Hal tersebut disampaikan dalam acara Halal Bi Halal dan penguatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di Aula Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Selasa 29 April 2025.

Menurutnya, langkah kecil seperti membedakan sampah organik dan anorganik bisa memberikan dampak besar terhadap kebersihan lingkungan dan masa depan generasi mendatang.

“Kami ingin perubahan dimulai dari dapur kita sendiri. Sampah organik bisa dijadikan kompos, sementara plastik dan bahan anorganik lainnya bisa disalurkan ke bank sampah atau diolah menjadi produk bernilai,” ujar Balgis.

Sebagai bentuk kampanye nyata, Wawalkot Balgis membagikan tumbler gratis kepada warga yang hadir.

Langkah ini diharapkan memotivasi masyarakat untuk membawa botol minum sendiri dan mengurangi ketergantungan terhadap air kemasan plastik sekali pakai.

Sebab, air kemasan plastik ini menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar di Kota Pekalongan.

Selain mengedukasi orang dewasa, Balgis juga menekankan pentingnya menyasar anak-anak sebagai agen perubahan.

Pemkot Pekalongan telah menjalankan program sosialisasi ke sekolah-sekolah agar generasi muda terbiasa memilah sampah sejak dini.

Plt. Lurah Kuripan Kertoharjo, Mahfud, menyambut baik inisiatif ini.

Ia menjelaskan, wilayahnya sudah memiliki dua fasilitas pengelolaan sampah yang dikelola bersama masyarakat.

Yakni TPS-3R Watu Joyo dan TPST Mitra Brayan Resik, untuk mengolah sampah dari berbagai RT dan RW secara mandiri.

“Kami tak hanya bergerak lewat pertemuan warga, tapi juga menyasar lingkungan keagamaan, pendidikan, dan sektor perdagangan. Para pedagang pun sudah mulai dikampanyekan untuk mengurangi penggunaan plastik,” jelas Mahfud.

Sinergi antara pemerintah kota, kelurahan, dan warga menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan budaya baru, yakni memilah sampah dari rumah.

Langkah ini tak hanya demi kebersihan lingkungan, tapi juga sebagai kontribusi aktif dalam mengatasi krisis sampah kota.

“Pemberian tumbler mungkin hanya simbol, tapi jika dilakukan serentak oleh warga Pekalongan, ini akan menjadi gerakan besar yang berdampak luas,” pungkas Mahfud. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #Wakil Walikota Pekalongan Hj Balgis Diab #edukasi #perilaku #masyarakat #darurat sampah