METROPEKALONGAN,COM, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan semakin serius memperkuat transformasi digital pemerintahan melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Hal ini ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Pekalongan Hj Balgis Diab dalam kegiatan Forum Evaluasi SPBE 2024 dan Launching Manajemen Layanan SPBE, yang berlangsung di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Senin 5 Mei 2025.
Di hadapan para admin SPBE dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Balgis menekankan, SPBE adalah fondasi penting dalam membangun pemerintahan yang modern, efisien, dan akuntabel.
SPBE bukan sekadar digitalisasi layanan, tapi sistem manajemen layanan yang menyentuh seluruh proses pemerintahan—baik internal maupun eksternal.
"Jika dikelola serius, SPBE mampu menciptakan tata kelola yang lebih responsif, transparan, dan terintegrasi,” ujar Balgis.
Pada tahun 2024, Kota Pekalongan berhasil meraih Indeks SPBE sebesar 3,76 dengan predikat Sangat Baik.
Namun, target tahun 2025 ini lebih ambisius, meningkat ke skor di atas 4 untuk mencapai predikat Memuaskan.
Forum ini bukan sekadar seremonial. Diharapkan mampu mendorong sinergi antar-admin SPBE agar pelayanan publik semakin berkualitas.
"Semua OPD harus menyelaraskan bukti dukung dengan target level kematangan SPBE,” tegasnya lagi.
Balgis juga menekankan pentingnya implementasi manajemen layanan SPBE sesuai regulasi, serta memastikan pelayanan publik tetap menjadi orientasi utama.
Kepala Dinas Kominfo Kota Pekalongan, Arif Karyadi, menjelaskan, forum ini bertujuan mengevaluasi capaian indeks SPBE tahun sebelumnya dan menyusun strategi penilaian mandiri tahun 2025.
“Meski tahun ini tidak ada penilaian langsung dari pusat, kami tetap menggelar evaluasi mandiri. Kami ingin hasilnya benar-benar mencerminkan kondisi nyata di lapangan,” ungkap Arif.
Ia menyebutkan, timeline pemantauan telah disusun matang, dimulai Juni hingga pelaporan hasil di bulan Desember.
Penilaian mandiri akan melibatkan semua OPD untuk menyusun dokumen dan bukti dukung yang relevan.
Sementara itu, Kabid Aplikasi dan Persandian Dinas Kominfo, Kusuma Adi Achmad, menambahkan, SPBE bukan hanya transformasi layanan publik, melainkan juga menyentuh tata kelola birokrasi.
“Tujuan SPBE adalah efisiensi, akuntabilitas, serta peningkatan partisipasi publik. Selain itu, SPBE mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang kuat,” jelas Kusuma.
Ia berharap Kota Pekalongan bisa menjadi model inspiratif kota digital di Jawa Tengah, sejalan dengan semangat kolaborasi yang terus dibangun di seluruh perangkat daerah.
“Dengan dorongan dari pimpinan dan partisipasi aktif OPD, kami optimistis SPBE Kota Pekalongan bisa mencapai indeks lebih tinggi dan membawa perubahan nyata dalam pelayanan publik,” pungkasnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla