METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Supeni, 51 tahun, adalah Kader JKN-KIS paling senior di wilayah BPJS Kantor Cabang Pekalongan.
Hari ini, Jumat 16 Mei 2025, Jawa Pos Metro Pekalongan menemani kunjungannya ke salah satu kadernya yang bernama Rachmida, 38, di Kelurahan Medono, Kecamatan Pekalongan Barat.
Raut mukanya terlihat terharu, perjuangannya sosialisasi manfaat dan tanggungjawab pengguna BPJS Kesehatan membuahkan hasil yang manis.
Baca Juga: Bagi Eri Suprihatin, BPJS Kesehatan Sangat Penting untuk Dipertahankan dan Ditingkatkan Kualitasnya
Jernih payah Supeni terus menerus mendatangi kader-kader binaannya satu persatu agar mereka mempunyai kesadaran terkait pentingnya BPJS Kesehatan. Baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
Salah satunya adalah Rachmida, ia sempat menunggak pembayaran BPJS sejak tahun 2021.
Saat itu perekonomiannya benar-benar terdampak Covid-19. Hingga memutuskan untuk tidak lagi membayar iuran BPJS Kesehatan.
Sebagai guru kehormatan, dirinya benar-benar merasakan dampak pandemi. Sekolah tidak diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka.
Lalu kelas les pembelajaran yang menjadi andalannya juga tidak boleh dilakukan, karena adanya pertemuan orang-orang.
Sebelumnya, ia rutin membayarkan iuran BPJS Kesehatan. Persoalan ekonomi membuat tunggakan iuran BPJS semakin banyak, hingga tak merasa sanggup membayar. Total tunggakannya hampir mencapai Rp 10 juta
"Lama-kelamaan karena bertahun-tahun bertemu, karena sering bersilaturahmi. Tiap bulan saya berkunjung, bagaimana perkembangan setiap bulannya. Akhirnya saling curhat dan akrab," ujar wanita yang akrab disapa Peni itu.
Karena sangking akrabnya, Peni membuka diri menjadi pendengar yang baik.
Mereka membahas keadaan ekonomi, hingga permasalahan apa yang membuatnya berat untuk membayar iuran BPJS Kesehatan. Saling bertukar pikiran seperti layaknya keluarga.
Karena suatu saat pasti dibutuhkan, baik untuk berobat dan memenuhi persyaratan administrasi lainnya.
Sementara Rachmida saat ini tengah mempersiapkan diri untuk menjadi PPPK. Perlu bukti kepesertaan aktif BPJS Kesehatan.
Rachmida pun menyesal karena baru bisa melunasi tunggakannya sekarang, pada Kamis 15 Mei 2025.
Ia pun bersyukur karena tunggakan yang semula sangat besar, ternyata ada potongan.
Dirinya hanya perlu membayar 2 tahun tunggakan, dari 4 tahun tunggakan yang dimiliki. Jadi hanya membayar tunggakan sekitar Rp 4 juta saja.
“Dari yang awalnya menghiraukan, sekarang sudah sadar pentingnya aktivasi BPJS Kesehatan,” ujar Peni.
Sebagai Kader JKN-KIS, dirinya membawahi 6 wilayah. Yaitu kelurahan Medono, Pringrejo, Tirto, Podosugih, Kradenan, dan Banyu Urip.
Sementara itu, Rachmida awalnya kaget didatangi Kader JKN-KIS. Karena punya tunggakan, ia sempat merasa enggan membayar iuran, karena belum mau dipakai.
Dulu belum kepikiran, ini kan belum mau dipakai jadi ah nanti dulu, nanti dulu, melunasinya. Ternyata sampai menumpuk, hingga tidak sanggup membayar, ucapnya.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Pekalongan Pastikan Tak Ada Fasilitas Kesehatan yang Tutup Selama Libur Lebaran
Selama mengunjungi Kader JKN-KIS, ia benar-benar tersadarkan. Karena BPJS Kesehatan punya banyak manfaat.
Seperti saat sakit tidak perlu memikirkan biaya, jika tidak sakit, iuran yang bisa membantu orang lain dan lain sebagainya.
Bagitu juga dengan layanan Aplikasi Mobile JKN yang mempermudah mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Keliling Dekatkan Layanan Selama Ramadan di Wilayah Kantor Cabang Pekalongan
Seperti antrean online, memilih faskes, informasi kesehatan, hingga skrining kesehatan.
“Ternyata BPJS Kesehatan ternyata penting ya,” tandasnya. (yan/web/ida)
Editor : Ida Nor Layla