METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Sampah bukan lagi jadi beban, tapi bisa menjadi tabungan menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Semangat inilah yang diusung Kelurahan Padukuhankraton, Kota Pekalongan, dalam mengatasi persoalan darurat sampah di wilayahnya.
Pendekatan edukatif tersebut dilakukan Pemerintah Kelurahan Padukuhankraton dengan menggandeng para istri ketua RT.
Mereka menggelar sosialisasi pengelolaan sampah di Gedung Suster SND, Jalan Veteran, Sabtu 17 Mei 2025.
Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya, yang membuka acara ini menegaskan perlunya konsistensi dalam mengedukasi warga.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih aktif memilah sampah dari rumah, terutama setelah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di wilayah kota ditutup.
“Kita sekarang tak bisa lagi mengandalkan TPA. Karena itu harus mulai dari diri sendiri, memilah sampah organik dan anorganik, dan mengolahnya secara mandiri. Inilah bentuk tanggung jawab kita bersama,” tegas Inggit.
Langkah nyata juga ditunjukkan oleh Kelurahan Padukuhankraton dengan membentuk bank sampah yang kini aktif beroperasi setiap Jumat dan Minggu.
Lurah Padukuhankraton, Widya Putri Nugroho, menyampaikan, sasaran sosialisasi adalah para istri Ketua RT.
Karena mereka berperan penting dalam kegiatan sosial, seperti PKK dan lingkungan.
“Mereka adalah agen informasi yang efektif di tengah masyarakat. Harapannya, informasi pengelolaan sampah ini bisa menjangkau lebih luas lewat mereka,” ujar Putri.
Lebih dari sekedar tempat setor sampah, bank sampah di Padukuhankraton dirancang sebagai media edukasi sekaligus sarana ekonomi produktif.
Sedangkan hasil tabungan sampah ini akan dibagikan menjelang Lebaran sebagai bentuk apresiasi sekaligus stimulus.
Harapannya, agar masyarakat semakin semangat dalam memilah dan menabung sampah.
“Alhamdulillah, respons masyarakat sangat baik. Bahkan warga dari luar kelurahan pun turut datang. Semoga ini bisa menjadi langkah awal perubahan,” imbuh Putri.
Baca Juga: Lewat Nobar Film Sayap-Sayap Patah 2, Polres Pemalang Edukasi Masyarakat
Melalui gerakan ini, harapnya, pengelolaan sampah tak lagi dianggap sebagai kewajiban pemerintah semata, melainkan menjadi gaya hidup masyarakat.
Dengan sistem tabungan sampah, warga tak hanya menjaga lingkungan, tapi juga menabung untuk masa depan. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla