METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan — Suasana penuh semangat dan kebersamaan terpancar dari Kelurahan Sapuro Kebulen, Kota Pekalongan, Rabu pagi 21 Mei 2025.
Dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2025, puluhan personel TNI bersama warga setempat bahu-membahu mengerjakan perbaikan Jalan Irian Gang 1 Sayudan.
Bukan sekedar program pembangunan infrastruktur, TMMD kali ini menjadi simbol kuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
Baca Juga: HA Afzan Arslan Djunaid dan Inggit Rayakan 21 Tahun Pernikahan, Bagikan Tips untuk Keluarga Muda
Gotong royong, tawa, serta dialog akrab antara tentara dan masyarakat menjadi pemandangan yang menghangatkan hati.
Danramil 01/Pekalongan Barat, Kapten Arhanud Wiyoto, mengaku bersyukur atas partisipasi aktif masyarakat yang begitu antusias dalam kegiatan TMMD ini.
“Alhamdulillah TMMD berjalan lancar. Warga di sini luar biasa semangatnya. Kami bangga bisa bekerja bersama mereka dalam suasana yang penuh keakraban,” ujarnya.
Sinergi ini tidak hanya mempercepat proses pengerjaan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antara TNI dan warga. Baca Juga: Balgis Tinjau Tes PPPK, Pastikan Seleksi Objektif dan Beri Semangat Peserta
Lurah Sapuro Kebulen, Mahmudin, pun tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
Ia menyaksikan langsung bagaimana warganya aktif membantu tanpa ragu, dari yang tua hingga anak muda, semua ikut terlibat.
“Hari ini luar biasa. Warga guyub rukun, bahu-membahu bersama TNI. Ini bukti kekuatan kolektif dalam membangun kampung kita,” ungkap Mahmudin.
Pekerjaan fisik TMMD kali ini difokuskan pada peningkatan akses jalan, yang nantinya akan terus berlanjut ke perbaikan saluran udara untuk menunjang lingkungan yang bersih dan sehat.
Dalam kesempatan itu, Mahmudin juga menyelipkan pesan penting terkait darurat sampah yang tengah melanda Kota Pekalongan.
Baca Juga: Promo Film, Maxime Bouttier Belanja Batik Pekalongan untuk Luna Maya
TMMD bukan sekedar proyek pembangunan jalan, namun menjadi momentum penguatan kebersamaan dan semangat gotong royong yang mulai tergerus zaman.
Ia mengajak warganya untuk lebih sadar dalam mengelola sampah secara bijak.
“Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tapi juga pola kehidupan. Mari bersama mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan indah,” pesannya.
TMMD bukan sekedar proyek pembangunan jalan, namun menjadi momentum penguatan kebersamaan dan semangat gotong royong yang mulai tergerus zaman.
Di tengah era serba digital, kebersamaan semacam ini menjadi oase yang menyejukkan. Kompak, guyub, dan penuh makna. Itulah Sapuro Kebulen hari ini. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla Sumber : Metro Pekalongan