METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan — Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus memperkuat komitmennya dalam menurunkan angka stunting melalui Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).
Inovasi ini menjadi langkah strategi yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), Corporate Social Responsibility (CSR), dan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) sebagai motor utama.
Program berbasis partisipasi ini menargetkan 1.284 anak berisiko stunting di seluruh wilayah Kota Pekalongan.
Baca Juga: Atasi Darurat Sampah, Pemkot Pekalongan Gandeng IPB Susun Strategi Ilmiah
Langkah tersebut dimatangkan melalui Rapat Koordinasi Implementasi Program Genting yang digelar di Ruang Jawa Hokokai, Setda Kota Pekalongan, Selasa 3 Juni 2025, dengan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal.
Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan Hj Balgis Diab selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), mengajak seluruh ASN untuk tidak hanya terlibat secara struktural, tetapi juga berpartisipasi langsung sebagai orang tua asuh melalui donasi pribadi.
“Setiap ASN bisa menyisihkan sebagian rezekinya, minimal Rp2.500 per hari untuk mendukung anak-anak stunting. Ini tanggung jawab moral kita bersama,” tegasnya.
Baca Juga: Genjot Skill Usia Produktif, Pemkot Pekalongan Gelar Pelatihan MUA Gratis
Gerakan Genting di Kota Pekalongan didesain berbasis gotong royong, tanpa menggunakan dana APBN maupun APBD.
Setiap anak sasaran akan menerima bantuan senilai Rp 330.000 selama enam bulan, untuk menyediakan kebutuhan makanan bergizi yang diolah langsung oleh Dapur Dashat.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB Dinsos-P2KB, Nur Agustina, menjelaskan, skema ini merupakan inisiasi nasional dari Kemendukbangga RI, dan kini mulai dijalankan di Pekalongan.
“Setiap OPD bertanggung jawab terhadap minimal dua anak sasaran. CSR dari BNI juga turut mendukung pengadaan bahan makanan mentah untuk 100 anak,” ujarnya.
Mekanismenya sederhana namun berdampak. ASN menyumbang, CSR mendukung logistik, lalu Dashat di tiap kelurahan memasak dan mendistribusikan kudapan bergizi tinggi untuk tiga kelompok prioritas, balita bawah dua tahun (baduta), ibu hamil, dan ibu menyusui.
Sebanyak 80 persen dari dana digunakan untuk pengadaan bahan makanan bergizi seperti protein hewani dan sayuran.
Baca Juga: Anak Nakal Siap-Siap, Wali Kota Pekalongan juga Mempersiapkan Barak Militer
Sementara 20 persen, sisanya digunakan untuk biaya operasional pengiriman makanan langsung ke rumah-rumah sasaran.
“Sinergi ini sangat efisien. Dapur Dashat tidak hanya memasak untuk PMT lokal, tapi juga menyokong Program Genting,” tambah Agustin.
Dengan kekuatan sosial yang terorganisir dan kolaborasi lintas sektor, Wawalkot Balgis optimistis angka stunting di Kota Pekalongan akan menurun drastis dalam waktu dekat.
Baca Juga: Lepas Tugas Purna Paskibraka Kota Pekalongan, Langsung Didaulat Jadi Agen Anti Narkoba
“Kita punya modal sosial yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita mengarahkan dengan tepat. Dengan Genting, kita sedang menyelamatkan generasi masa depan,” simpulnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla