Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Posyandu Kini Tak Hanya Urus Kesehatan, tapi Tangani Pendidikan hingga Lingkungan!

Lutfi Hanafi • Jumat, 6 Juni 2025 | 06:16 WIB
KUKUHKAN - Ketua TP PKK KOta Pekalongan Inggit Soraya saat mengpengukuhan 31 Tim Pembina Posyandu, Bunda PAUD, dan Bunda Literasi tingkat kelurahan dan kecamatan Kota Pekalongan, Rabu siang (4/6/2025)
KUKUHKAN - Ketua TP PKK KOta Pekalongan Inggit Soraya saat mengpengukuhan 31 Tim Pembina Posyandu, Bunda PAUD, dan Bunda Literasi tingkat kelurahan dan kecamatan Kota Pekalongan, Rabu siang (4/6/2025)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Posyandu di Kota Pekalongan kini tak lagi hanya identik dengan layanan kesehatan ibu dan anak.

Di era baru 2025–2030, Posyandu bertransformasi menjadi garda terdepan dalam pendidikan, literasi, hingga pembangunan lingkungan.

Hal ini ditandai dengan pengukuhan 31 Tim Pembina Posyandu, Bunda PAUD, dan Bunda Literasi tingkat kelurahan dan kecamatan oleh Ketua TP PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya, di Aula Kantor KPU, Rabu siang 4 Juni 2025.

Pengukuhan ini disaksikan langsung oleh Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid, serta jajaran pejabat terkait.

Di antaranya Plt Kepala Dinarpus Puji Winarti, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan Slamet Budiyanto, dan Kabid PAUD Dindik Sherly Imanda Hidayah.

Inggit yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kota Pekalongan menyampaikan, Posyandu kini menjalankan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), bukan hanya pada aspek kesehatan saja.

Sinergi lintas sektor menjadi kunci, dengan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Satpol P3KP, Dinperkim, DPUPR, dan lainnya.

“Tim Pembina Posyandu sekarang lebih kompleks, karena tidak lagi hanya fokus kesehatan. Pendidikan anak usia dini dan literasi masyarakat juga menjadi prioritas,” ujar Inggit. 

Ia juga mendorong Bunda PAUD di tiap wilayah untuk menggerakkan kembali program pendidikan berkualitas dan mewujudkan masyarakat cerdas sejak usia dini.

 

Sedangkan Bunda Literasi diminta menguatkan budaya membaca dan menulis di lingkungan warga.

Menurutnya, kolaborasi antar-pihak harus diperkuat agar transformasi Posyandu menjadi ruang tumbuh bersama dapat terealisasi.

“Alhamdulillah periode sebelumnya sudah berjalan cukup baik. Tinggal ditingkatkan. Pengukuhan hari ini juga memenuhi tenggat waktu dari pusat sebelum 30 Juni,” ungkap Inggit.

 

 

Sebanyak 31 orang dikukuhkan, terdiri atas perwakilan 27 kelurahan dan 4 kecamatan se-Kota Pekalongan.

Meski ke depan kemungkinan ada perubahan struktur karena jabatan ex-officio, Inggit menegaskan hal itu tak menjadi masalah dan bisa dijadwalkan ulang.

Ia pun berharap, dengan peran ganda Posyandu, Bunda PAUD, dan Bunda Literasi, kesejahteraan masyarakat Kota Pekalongan bisa terus ditingkatkan. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #pendidikan #posyandu #Ketua TP PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya #literasi #ibu dan anak #Bunda PAUD