Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Setelah Bertahun-Tahun Dikeluhkan, Jalan Diponegoro dan Imam Bonjol Kota Pekalongan Akhirnya Diperbaiki

Lutfi Hanafi • Minggu, 8 Juni 2025 | 23:53 WIB

MATERIAL - Nampak material untuk perbaikan jalan, di Jalan Diponegoro sudah mulai berdatangan.
MATERIAL - Nampak material untuk perbaikan jalan, di Jalan Diponegoro sudah mulai berdatangan.


METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Setelah bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan akhirnya resmi memulai proyek perbaikan Jalan Diponegoro dan Jalan Imam Bonjol.

Dua ruas jalan utama yang menjadi nadi transportasi dan aktivitas ekonomi warga ini sudah lama rusak parah, berlubang, bergelombang, dan bahkan rawan kecelakaan.

Menurut Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, pekerjaan sempat tertunda karena lambatnya proses pengadaan material.

Namun, sejak SPK ditandatangani pada 21 April 2025, proyek ini langsung tancap gas.

“Setelah kontrak diteken, pekerjaan fisik bisa dimulai. Ini adalah salah satu prioritas kami dalam 100 hari kerja,” ujar wali kota yang akrab disapa Mas Aaf.

Perbaikan ini mencakup Jalan Diponegoro sepanjang 700 meter dengan anggaran Rp 4,8 miliar. Sedangkan Jalan Imam Bonjol sepanjang 400 meter dengan biaya Rp 2,5 miliar.

Seluruhnya bersumber dari APBD 2025. Total dana yang dikucurkan untuk revitalisasi dua jalan tersebut mencapai Rp 7,3 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan, Bambang Sugiharto mengungkapkan, proyek ini sempat mengalami keterlambatan karena material awal tidak sesuai spesifikasi dan adanya hambatan pada pengadaan alat berat.

“Namun, saat ini seluruh alat seperti grader dan tandem roller sudah siap. Material juga telah dicek ulang. Kami optimistis pekerjaan bisa selesai sesuai kontrak, yakni dalam waktu 90 hari kalender,” jelas Bambang, Sabtu 7 Juni 2025.

Secara teknis, pekerjaan meliputi pelapisan jalan dengan dua jenis aspal, Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) setebal 6 cm dan Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) tebal 4 sentimeter.

Lapisan dasar menggunakan Lapis Pondasi Agregat (LPA) untuk menjamin elevasi dan kekuatan jalan.

Bahu jalan juga diperbaiki agar mampu menahan limpasan air dan memperlancar drainase ke sisi kiri dan kanan.

Bambang menambahkan, perbaikan ini tidak sekadar menyasar aspek fisik jalan, tetapi juga berdampak langsung pada kenyamanan dan kelancaran mobilitas warga, serta mendorong aktivitas ekonomi lokal.

Mengingat banyaknya UMKM, perbankan, hotel, dan apotek di sepanjang jalur tersebut.

Upaya perbaikan ini merupakan bagian dari 10 proyek infrastruktur prioritas DPUPR Pekalongan di tahun 2025.

Selain Jalan Diponegoro dan Imam Bonjol, ada pula Jalan Parkit, Merpati, dan Tunas yang akan direvitalisasi.

Ini menjadi bagian dari visi besar Pemkot Pekalongan dalam meningkatkan aksesibilitas dan kualitas jalan di kota batik.

Sementara itu, agar proses pengerjaan berjalan lebih efisien, pengadaan material dan alat berat dilakukan melalui sistem e-katalog.

 

Sistem ini terbukti mempercepat proses dibandingkan metode konvensional yang sebelumnya sempat menghambat.

Dengan seluruh elemen yang kini telah berjalan dan pemantauan yang ketat dari dinas terkait, katanya,

proyek ini diharapkan dapat selesai tepat waktu dan menjawab harapan masyarakat akan infrastruktur jalan yang layak dan aman. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid #mobilitas warga #pemkot pekalongan #AAF #perbaikan jalan #Mas Aaf