Wali Kota Pekalongan Salurkan Banpot dan Ajak RT-RW Bersatu Atasi Masalah Kota

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Kamis, 12 Juni 2025 | 06:26 WIB
SERAHKAN - Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid serahkan secara simbolis alat pengolah sampah organik ke perwakilan RT Padukuhan Kraton, Kamis (11/6/2025).
SERAHKAN - Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid serahkan secara simbolis alat pengolah sampah organik ke perwakilan RT Padukuhan Kraton, Kamis (11/6/2025).


METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pengurus lingkungan.
 
Melalui program Bantuan Uang Transportasi (Banpot), Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid menyerahkan secara simbolis dana insentif untuk ketua RT dan RW.
 
Ini sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menjembatani pemerintah dengan masyarakat.
 
Baca Juga: Sekolah Hingga Wali Siswa, Ajak Ayah Aktif Mengasuh Anak

Penyaluran Banpot triwulan kedua tahun 2025 (periode April–Juni) ini dilangsungkan di sejumlah kelurahan.
 
Salah satunya, Kelurahan Padukuhan Kraton, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Rabu 11 Juni 2025.
 
Bantuan diserahkan langsung oleh Wali Kota Pekalongan, didampingi Lurah Padukuhan Kraton, Widya Putry Nugroho, kepada para penerima di Aula Kantor Kelurahan.
 
Baca Juga: Pemkot Pekalongan Fasilitasi Magang Lulusan BLK dan Dorong Industri Digital

“Ini bentuk perhatian dan penghargaan kami kepada para ketua RT dan RW," kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf.
 
Mereka adalah ujung tombak yang selama ini membantu menyampaikan informasi, menyukseskan program pemerintah, hingga menyelesaikan persoalan sosial di lingkungan.
 
Dalam sambutannya, Mas Aaf menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pengurus lingkungan.
 
Baca Juga: Kuripan Yosorejo Menuju Desa Swasembada Pangan, Andalan Kota Pekalongan di Lomba Provinsi Jateng

Terutama dalam mengatasi berbagai masalah yang kerap muncul di permukiman, seperti banjir dan penanganan sampah.

“Kami tahu masih banyak masalah, contohnya banjir ketika hujan dan jebolnya tanggul kemarin yang berdampak ke warga Bandengan. Tapi kami juga melihat semangat warga tetap tinggi,” ujar Aaf.
 
Menurutnya, penyelesaian persoalan lingkungan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan semua elemen, terutama RT dan RW sebagai struktur terdekat dengan warga.
 
Baca Juga: Rangga Resmi Jadi Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Termuda di Kota Pekalongan

“Sekuat apapun anggaran yang kita keluarkan. Sehebat apapun program yang kita susun, semua tidak akan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, RT dan RW harus terus aktif, menjadi perpanjangan tangan pemerintah,” tandasnya.
 
Lurah Padukuhan Kraton, Widya Putry Nugroho, menjelaskan, wilayahnya memiliki 15 RW dan 78 RT aktif.
 
Baca Juga: Masuk SD Tak Perlu Tes Calistung, Anak di Bawah 6 Tahun Pun Bisa Daftar

Setiap ketua RT dan RW menerima Banpot sebesar Rp450 ribu per triwulan, atau Rp150 ribu per bulan.

“Total bantuan yang disalurkan kali ini adalah untuk triwulan kedua. Walaupun jumlahnya tidak besar, kami berharap ini bisa menjadi penyemangat bagi para pengurus lingkungan dalam menjalankan tugasnya,” jelas Widya.
 
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Pekalongan atas perhatian yang terus diberikan terhadap pengurus lingkungan.
 
Baca Juga: Setelah Bertahun-Tahun Dikeluhkan, Jalan Diponegoro dan Imam Bonjol Kota Pekalongan Akhirnya Diperbaiki

“Kami sangat bersyukur. Bantuan ini menjadi motivasi bagi ketua RT dan RW untuk semakin aktif, peduli, dan berkontribusi nyata terhadap kemajuan lingkungan masing-masing,” pungkasnya.(han/ida)
Editor : Ida Nor Layla
Sumber : Metro Pekalongan
RT RW dana insentif pemkot pekalongan Walikota Aaf Bantuan Uang Transportasi Kecamatan Pekalongan Utara banpot Mas Aaf Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid Kelurahan Padukuhan Kraton