Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Grup Gay Pekalongan Menghebohkan, Wali Kota Pekalongan Minta Polisi Bertindak Cepat

Lutfi Hanafi • Jumat, 13 Juni 2025 | 17:34 WIB
Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid
Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Masyarakat Kota Pekalongan dibuat resah dengan munculnya grup Facebook yang mengatasnamakan komunitas gay lokal.

Grup tersebut dilaporkan telah menyebar secara terbuka dan bisa diakses oleh siapa saja, termasuk anak-anak sekolah.

Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid menyatakan keprihatinannya dan langsung mengambil tindakan cepat.

Ia menilai, keberadaan grup semacam itu bisa merusak moral generasi muda dan membahayakan perkembangan psikologis anak-anak.

“Saya sudah menerima laporan dari Kapolres Pekalongan Kota beberapa hari lalu. Grup ini sangat meresahkan, apalagi jika bisa diakses oleh anak-anak usia sekolah. Kami akan menelusuri dan sudah koordinasi dengan pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas,” tegas wali kota yang akrab disapa Mas Aaf, disela-sela kunjungan memantau penerimaan siswa baru Kamis 12 Juni 2025.

 

Menurutnya, anak-anak dan kalangan remaja sedang dalam masa pencarian jati diri.

Tentunya sangat rentan terpengaruh dengan beragam konten menyimpang yang beredar bebas di internet.

Ia menekankan pentingnya pencegahan dan edukasi sejak dini agar generasi muda tidak ikut-ikutan terjerumus ke dalam arus yang salah.

“Yang kami khawatirkan adalah dampak psikologis dan moral pada anak-anak. Jangan sampai mereka ikut-ikutan hanya karena rasa ingin tahu. Ini harus ditindak serius,” ujar Mas Aaf.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan akan menggerakkan jajaran pendidik, mulai dari PAUD, SD, hingga perguruan tinggi.

Hal ini untuk memberikan edukasi nilai moral dan bahaya penyimpangan seksual.

“Kami akan lakukan sosialisasi masif kepada guru dan dosen agar mereka dapat menyampaikan pemahaman yang tepat kepada siswa dan mahasiswa. Ini penting untuk membentengi anak-anak dari pengaruh negatif media sosial,” jelasnya.

Aaf juga mengakui, memang ada sebagian kecil masyarakat yang mengalami penyimpangan orientasi seksual.

Namun ia menolak keras jika hal itu dipublikasikan secara terang-terangan dalam bentuk komunitas terbuka di media sosial.

 

“Silakan kalau itu masalah pribadi. Tapi jangan dibentuk jadi grup terbuka yang bisa diakses siapa pun. Itu sangat mengganggu dan bisa menyesatkan,” tegasnya.

Pemkot Pekalongan juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan konten atau aktivitas online mencurigakan yang berpotensi merusak ketertiban sosial.

“Kalau masyarakat menemukan akun atau grup mencurigakan yang mengarah ke penyimpangan, tolong segera dilaporkan. Ini tanggung jawab bersama,” tutup Mas Aaf. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #Kapolres Pekalongan Kota #grup facebook #Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid #komunitas gay #anak-anak sekolah