Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Sanitasi Buruk Bisa Picu Penyakit, PKK Kota Pekalongan Ungkap Fakta Mengejutkan

Lutfi Hanafi • Jumat, 13 Juni 2025 | 19:31 WIB
KERJASAMA - TP PKK Kota Pekalongan dan DPUPR sepakat kampanyekan pentingnya sanitasi dan air bersih bagi rumah tangga, di Aula kantor DPUPR pada Kamis, (12/6/2025).
KERJASAMA - TP PKK Kota Pekalongan dan DPUPR sepakat kampanyekan pentingnya sanitasi dan air bersih bagi rumah tangga, di Aula kantor DPUPR pada Kamis, (12/6/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan — Sanitasi dan air bersih bukan hanya urusan pemerintah.

Di Kota Pekalongan, ibu-ibu PKK kini didorong menjadi garda terdepan dalam kampanye pentingnya menjaga lingkungan rumah tangga yang sehat dan bebas penyakit.

Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pekalongan bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan menggelar sosialisasi bertema “Sanitasi Keluarga dan Pengelolaan Air Bersih yang Sehat dan Mandiri” di Aula DPUPR Kota Pekalongan, Kamis 12 Juni 2025.

Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya menegaskan, sanitasi rumah tangga bukan hanya soal rumah yang terlihat bersih, tapi juga bagaimana mengelola limbah secara benar.

“Rumah yang bersih belum tentu sehat. Salah satu yang sering diabaikan adalah septic tank. Itu harus dikuras minimal setiap 2–3 tahun agar tidak mencemari tanah atau air,” jelas Inggit dalam sambutannya.

Ia juga mengingatkan, sampah rumah tangga yang tidak dikelola dengan benar bisa merusak kualitas tanah dan mencemari air minum.

Dalam kegiatan ini, Ketua DPUPR Kota Pekalongan Bambang Sugiarto menyampaikan, peran ibu-ibu PKK sangat strategis sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan edukasi ke masyarakat luas.

“Kami ingin PKK ikut menyuarakan pentingnya pengelolaan limbah domestik. Misalnya, septic tank jangan langsung digali ke tanah, karena bakteri bisa menyebar ke air tanah,” ujar Bambang.

Pihaknya juga menyampaikan, DPUPR menyediakan layanan sedot kakus resmi seharga Rp 75.000 per kubik.

Ini sesuai ketentuan daerah, sebagai bentuk dukungan bagi warga agar menjaga sanitasi dengan cara yang benar.

Lebih dari sekadar sosialisasi, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menyadarkan masyarakat untuk mengelola sampah dari rumah dan menghindari pembuangan sembarangan.

Masalah klasik seperti saluran mampet dan air sumur tercemar bisa dihindari jika masyarakat lebih peduli dengan kebersihan lingkungan sejak dari keluarga.

Melalui kolaborasi antara TP PKK dan DPUPR ini, Pemkot Pekalongan berharap gerakan sanitasi dan pengelolaan air bersih bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Khususnya melalui peran ibu rumah tangga sebagai pendidik utama dalam keluarga. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #sanitasi #air bersih #DPUPR #TP PKK Kota Pekalongan #Inggit Soraya