METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Setelah sukses meraih predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori Nindya pada 2024, kini Kota Pekalongan optimistis naik kelas menjadi KLA kategori Utama di tahun 2025.
Optimisme ini mencuat dalam Verifikasi Hybrid Evaluasi KLA bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA) dan DP3AP2KB Jawa Tengah (Jateng), di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan pada Kamis 12 Juni 2025.
Sub Koordinator Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Jateng, Ardian Agil Waskito, mengungkapkan, skor evaluasi Kota Pekalongan sudah memenuhi syarat KLA Utama, yakni 857,5 versi mandiri dan 808,71 versi provinsi.
Walaupun di tengah tantangan berat seperti banjir rob yang sempat melumpuhkan aktivitas sekolah.
“Kini, setelah sistem pengendali banjir dan rob berjalan, dampaknya turun 70-80 persen. Fasilitas pendidikan juga makin membaik,” jelas Aaf.
Ia menegaskan Pemkot Pekalongan tak tinggal diam terhadap anak putus sekolah dan anak berkebutuhan khusus (ABK).
Salah satunya dengan membuka Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang inklusif.
“Semua anak harus punya akses belajar. Kita juga bentuk Rumah Perlindungan Anak lengkap dengan psikolog dan aparat hukum,” tegasnya.
Pekalongan juga menjamin kerahasiaan korban bullying dan kekerasan anak, guna membangun kepercayaan publik terhadap sistem perlindungan yang aman dan ramah anak.
Baca Juga: Daftar SD di Kota Pekalongan Kini Lewat Sistem Online, Titipan-Titipan Sudah Tamat
Verifikasi hybrid KLA 2025 ini menjadi penentu krusial bagi loncatan predikat Pekalongan ke KLA kategori Utama.
Dengan dukungan masyarakat, lintas OPD, dan sektor swasta, Pekalongan ingin membuktikan, kota ini benar-benar layak bagi tumbuh kembang anak-anak.
“Kami siap menyandang predikat KLA Utama. Bukan hanya administratif, tapi benar-benar substansial dan berkelanjutan,” kata Wali Kota Pekalongan. (han/ida)