Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Becak Hampir Punah di Pekalongan, Walikota Aaf Siapkan Solusi Mengejutkan

Lutfi Hanafi • Rabu, 18 Juni 2025 | 03:35 WIB

DISKUSI - Walikota Mas Aaf dan Kepala Dishub Kota Pekalongan M Restu Hidayat saat dialog langsung dengan beberapa tukang becak di halaman Kantor Dishub, Selasa (17/6/2025).
DISKUSI - Walikota Mas Aaf dan Kepala Dishub Kota Pekalongan M Restu Hidayat saat dialog langsung dengan beberapa tukang becak di halaman Kantor Dishub, Selasa (17/6/2025).


METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kini nasib tukang becak semakin mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan.

Bahkan bertekad mencarikan solusi demi menjaga eksistensi becak sebagai bagian dari budaya, identitas, sekaligus sumber nafkah warganya.

Hal itu terungkap dalam dialog terbuka di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub), Selasa 17 Juni 2025.

Baca Juga: Kota Pekalongan Fokus Tangani Darurat Sampah Lewat Perubahan APBD 2025

Bahkan, Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid mendengarkan langsung suara hati para pengayuh becak yang selama ini bertahan hidup dengan mengandalkan moda transportasi tradisional tersebut.

“Kami ingin mendengar langsung dari mereka, karena becak bukan hanya alat transportasi, tetapi simbol Kota Pekalongan yang harus kita jaga dan kembangkan,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf.

Saat ini, becak memang menghadapi tantangan besar. Dari 850 tukang becak yang dulu tercatat, kini tinggal 250-an orang yang masih aktif.

Baca Juga: Lolos Pelatihan Ini Bisa Langsung Kerja! ratusan Warga Kota Pekalongan Berebut

Mayoritas di antaranya sudah berusia lanjut, dan hanya memperoleh 1–2 penumpang per hari.

Kondisi ini sangat memprihatinkan, di tengah pesatnya perkembangan transportasi online dan digital.

Melihat kenyataan tersebut, Pemkot Pekalongan membuka peluang pengembangan. Salah satunya dengan mengkaji transformasi becak ke bentuk becak listrik atau bentor (becak motor).

Baca Juga: Anggaran Jumbo, Solusi Minim, DLH Pekalongan Dikritik Tak Siap Atasi Krisis Sampah

Inovasi ini diharapkan mampu membantu para pengayuh lansia agar tetap bisa bekerja tanpa terbebani fisik berlebih.

“Kami ingin memastikan, setiap solusi yang diambil sesuai kebutuhan di lapangan, baik secara teknis maupun regulasi,” tambah Mas Aaf.

Selain solusi teknis, Pemkot Pekalongan juga mempertimbangkan untuk menjadikan becak sebagai moda transportasi wisata, seperti di kawasan wisata religi Sapuro.

Baca Juga: Proyek Ekowisata dari Kemitraan Indonesia Disemprot Pemkot Pekalongan, Kenapa?

Dengan konsep antar-jemput peziarah menggunakan becak, moda tradisional ini bisa mendapat peran baru yang lebih strategis dan bernilai ekonomi.

“Namun, kendala penyediaan lahan parkir bus wisata masih menjadi tantangan. Meski begitu, kami berupaya maksimal mencarikan formulasi terbaik,” katanya.

Kepala Dishub Kota Pekalongan M Restu Hidayat mengaku terus mendata ulang tukang becak, menyosialisasikan kebijakan baru, dan menampung masukan mengenai kebutuhan mereka.

Baca Juga: Lolos Nindya, Kini Kota Pekalongan Optimistis Raih Kota Layak Anak Kategori Utama

Di antaranya ialah permintaan dibuatkan pangkalan yang layak, perbaikan becak, hingga desain ulang kendaraan agar lebih nyaman dan ergonomis.

“Kami pernah bantu pengecatan becak bermotif batik dan mengganti jok pada 2019. Tahun ini, kami akan lanjutkan dengan pendataan komprehensif,” jelas Restu.

Ke depan, Pemkot Pekalongan menargetkan hadirnya program-program pemberdayaan tukang becak yang tepat sasaran, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Jejak Kolonial Belanda Hingga Tersembunyi di SMPN 13 Kota Pekalongan, Fakta Bikin Merinding

“Ini bukan semata urusan transportasi, tapi juga bagian dari menjaga warisan budaya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil,” pungkas Mas Aaf. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#tukang becak #Kepala Dishub Kota Pekalongan M Restu Hidayat #pemkot pekalongan #Walikota Aaf #becak listrik #dialog #Terpinggirkan #Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid