METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Lima inovasi yang diluncurkan oleh ASN peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2025 menjadi sorotan utama dalam transformasi pelayanan publik Kota Pekalongan.
Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid ingatkan pentingnya integrasi.
Jangan sampai inovasi terhenti di tengah jalan, karena pencetusnya dipindah tugas.
Baca Juga: Kota Pekalongan Fokus Tangani Darurat Sampah Melalui Perubahan APBD 2025
Inovasi pertama yaitu SIAP KAWAL (Sistem Informasi, Dokumentasi, dan Publikasi Kegiatan Wali Kota) yang dikembangkan oleh Tubagus M. Sadaruddin dari Dinas Kominfo.
Aplikasi ini memungkinkan masyarakat dan media dengan mudah mengakses dokumentasi dan informasi kegiatan pimpinan daerah.
Mulai dari wali kota, wakil wali kota, hingga seluruh agenda program Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan.
Inovasi kedua adalah KAK HUBIN (Klinik Konsultasi Hubungan Industrial), gagasan dari Ilena Palupi dari Dinperinaker.
Melalui aplikasi pendukung bernama SIHUBIN SETIA, layanan ini membuka ruang konsultasi langsung antara pekerja dan perusahaan.
Guna menciptakan hubungan kerja yang harmonis dan produktif, serta mencegah terjadinya konflik melalui pendekatan preventif.
Baca Juga: Lolos Pelatihan Ini Bisa Langsung Kerja! Ratusan Warga Kota Pekalongan Berebut
Selanjutnya, hadir SI BAJAK (Sistem Integrasi Barang dan Jasa Keuangan), yang dicetuskan dr. Difayana dari RSUD Bendan.
Aplikasi ini bertujuan mengintegrasikan sistem pengadaan barang dan jasa serta pengelolaan keuangan secara digital.
Untuk memastikan efisiensi serta akuntabilitas yang lebih tinggi dalam belanja rumah sakit.
Baca Juga: Anggaran Jumbo, Solusi Minim, DLH Pekalongan Dikritik Tak Siap Atasi Krisis Sampah
Sementara itu, Nur Fitriany dari Inspektorat menciptakan inovasi NGOPI SYANTIK (Ngobrol Pengawasan Internal Syarat Aman Non Temuan Implementasi Kebijakan).
Konsep ini menggabungkan edukasi lewat podcast, talkshow, dan klinik konsultasi tatap muka.
Dengan tujuan memperkuat pemahaman ASN terhadap sistem pengawasan internal dan manajemen risiko yang bersih dari penyimpangan.
Baca Juga: Lolos Nindya, Kini Kota Pekalongan Optimis Raih Kota Layak Anak Kategori Utama
Terakhir, inovasi PUSAT PENA (Pelayanan Terpadu Satu Pintu Perizinan dan Penanaman Modal Bergerak) yang diinisiasi Sukirno dari DPMPTSP.
Ini hadir sebagai terobosan jemput bola dalam mempermudah proses perizinan dan menjawab tantangan investasi secara langsung di lapangan.
Kelima inovasi ini bukan sekadar proyek percobaan.
Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid menekankan, aplikasi dan sistem yang telah dikembangkan tidak boleh berhenti hanya karena pencetusnya dipindah tugas.
Ia mengkritisi banyaknya aplikasi di masa lalu yang gagal karena kehilangan penanggung jawab dan tidak terintegrasi.
“Inovasi ini harus hidup, dijaga, dan dijalankan oleh seluruh OPD, bukan hanya oleh orang yang menciptakannya,” kata wali kota yang akrab disama Mas Aaf. (han/ida)
Editor : Ida Nor LaylaSumber : Metro Pekalongan