METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan membentuk tim intelijen lokal dari jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Tim ini dilatih secara khusus untuk memburu dan mengendus jejak distribusi rokok ilegal hingga ke akar-akarnya.
Hal itu untuk menangani maraknya peredaran rokok ilegal yang kembali marak di Kota Pekalongan.
Baca Juga: 5 ASN Luncurkan 5 Inovasi, Wali Kota Minta Adanya Integrasi dan Berkelanjutan
Bahkan meski penindakan terus digencarkan, namun masih banyak warung yang nekat menjual rokok tanpa cukai.
Terbaru, ditemukan 4.000 batang rokok ilegal beredar bebas di masyarakat.
Karena itu, Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid mengambil langkah taktis dengan membentuk tim intelijen lokal dari jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Baca Juga: Becak Hampir Punah di Pekalongan, Walikota Aaf Siapkan Solusi Mengejutkan
Tim ini dilatih secara khusus untuk memburu dan mengendus jejak distribusi rokok ilegal hingga ke akarnya.
“Pekalongan ini hanya kota perlintasan. Tapi kalau tidak dijaga, bisa jadi sarang produksi dan gudang peredaran rokok ilegal. Ini yang tidak kita inginkan,” kata Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid yang akrab disapa Mas Aaf paad membuka Pelatihan Pengumpulan Data dan Informasi (Intelijen), di Kantor Satpol P3KP Kota Pekalongan, Rabu 18 Juni 2025.
Pelatihan tersebut melibatkan berbagai pihak. Mulai Bea Cukai, Polres, Kodim, hingga pihak intelijen TNI.
Baca Juga: Kota Pekalongan Fokus Tangani Darurat Sampah Lewat Perubahan APBD 2025
Fokus utama pelatihan adalah membekali anggota Satpol PP dengan kemampuan layaknya intel, mengumpulkan data secara diam-diam, memetakan titik distribusi, dan menyusun strategi operasi berbasis informasi, bukan spekulasi.
Langkah ini merupakan bentuk keseriusan Pemkot Pekalongan dalam menutup rapat celah kebocoran rokok ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.
“Ini bukan sekadar pelatihan, tapi investasi keamanan jangka panjang,” pungkas Aaf.
Kepala Satpol P3KP Kota Pekalongan Sriyana menambahkan, rokok ilegal ibarat batu di lautan. Sulit dikenali dan sering datang secara tiba-tiba.
Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan fungsi intelijen agar penindakan tidak dilakukan sembarangan, tapi berdasarkan data yang valid.
“Selama ini rokok ilegal datang seperti hantu, tak terlihat, tapi nyata. Dengan penguatan intelijen, operasi kita akan lebih presisi,” kata Sriyana.
Baca Juga: Lolos Pelatihan Ini Bisa Langsung Kerja! Ratusan Warga Kota Pekalongan Berebut
Tak main-main, saat ini lebih dari 400 toko di Kota Pekalongan telah masuk radar pengawasan.
Data ini dikumpulkan secara sistematis oleh tim Satpol PP dan akan terus diperbarui agar langkah penindakan tidak meleset.
“Dengan intelijen yang kuat, petugas bisa mengamati, menganalisis, lalu bertindak tepat sasaran,” jelasnya. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla