Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Kebocoran Rokok Ilegal Terulang, Ini Langkah Taktis Pemkot Pekalongan

Lutfi Hanafi • Kamis, 19 Juni 2025 | 18:54 WIB

MOTIVASI - Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid saat beri motivasi kepada anggota Satpol yang mengikuti pelatihan intelijen di Kantor Satpol PP setempat, Rabu (18/6/2025).
MOTIVASI - Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid saat beri motivasi kepada anggota Satpol yang mengikuti pelatihan intelijen di Kantor Satpol PP setempat, Rabu (18/6/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan   Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan membentuk tim intelijen lokal dari jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Tim ini dilatih secara khusus untuk memburu dan mengendus jejak distribusi rokok ilegal hingga ke akar-akarnya.

Hal itu untuk menangani maraknya peredaran rokok ilegal yang kembali marak di Kota Pekalongan.

Baca Juga: 5 ASN Luncurkan 5 Inovasi, Wali Kota Minta Adanya Integrasi dan Berkelanjutan

Bahkan meski penindakan terus digencarkan, namun masih banyak warung yang nekat menjual rokok tanpa cukai.

Terbaru, ditemukan 4.000 batang rokok ilegal beredar bebas di masyarakat.

Karena itu, Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid mengambil langkah taktis dengan membentuk tim intelijen lokal dari jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Baca Juga: Becak Hampir Punah di Pekalongan, Walikota Aaf Siapkan Solusi Mengejutkan

Tim ini dilatih secara khusus untuk memburu dan mengendus jejak distribusi rokok ilegal hingga ke akarnya.

“Pekalongan ini hanya kota perlintasan. Tapi kalau tidak dijaga, bisa jadi sarang produksi dan gudang peredaran rokok ilegal. Ini yang tidak kita inginkan,” kata Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid yang akrab disapa Mas Aaf paad membuka Pelatihan Pengumpulan Data dan Informasi (Intelijen), di Kantor Satpol P3KP Kota Pekalongan, Rabu 18 Juni 2025.

Pelatihan tersebut melibatkan berbagai pihak. Mulai Bea Cukai, Polres, Kodim, hingga pihak intelijen TNI.

Baca Juga: Kota Pekalongan Fokus Tangani Darurat Sampah Lewat Perubahan APBD 2025

Fokus utama pelatihan adalah membekali anggota Satpol PP dengan kemampuan layaknya intel, mengumpulkan data secara diam-diam, memetakan titik distribusi, dan menyusun strategi operasi berbasis informasi, bukan spekulasi.

Langkah ini merupakan bentuk keseriusan Pemkot Pekalongan dalam menutup rapat celah kebocoran rokok ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.

“Ini bukan sekadar pelatihan, tapi investasi keamanan jangka panjang,” pungkas Aaf.

Baca Juga: Jejak Kolonial Belanda Hingga Jepang Tersembunyi di SMPN 13 Kota Pekalongan, Faktanya Bikin Merinding

Kepala Satpol P3KP Kota Pekalongan Sriyana menambahkan, rokok ilegal ibarat batu di lautan. Sulit dikenali dan sering datang secara tiba-tiba.

Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan fungsi intelijen agar penindakan tidak dilakukan sembarangan, tapi berdasarkan data yang valid.

“Selama ini rokok ilegal datang seperti hantu, tak terlihat, tapi nyata. Dengan penguatan intelijen, operasi kita akan lebih presisi,” kata Sriyana.

Baca Juga: Lolos Pelatihan Ini Bisa Langsung Kerja! Ratusan Warga Kota Pekalongan Berebut

Tak main-main, saat ini lebih dari 400 toko di Kota Pekalongan telah masuk radar pengawasan.

Data ini dikumpulkan secara sistematis oleh tim Satpol PP dan akan terus diperbarui agar langkah penindakan tidak meleset.

“Dengan intelijen yang kuat, petugas bisa mengamati, menganalisis, lalu bertindak tepat sasaran,” jelasnya. (han/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#rokok ilegal #bea cukai #Walikota Aaf #satpol pp #Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid