Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Pekalongan Darurat Sampah! Wali Kota Bongkar Fakta Mengejutkan

Lutfi Hanafi • Rabu, 25 Juni 2025 | 21:48 WIB
FOTO BERSAMA - Walikota Pekalongan saat hadir dalam Forkopimcam, di Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Timur, Selasa (24/6/2025).
FOTO BERSAMA - Walikota Pekalongan saat hadir dalam Forkopimcam, di Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Timur, Selasa (24/6/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Permasalahan sampah masih menjadi momok serius di Kota Pekalongan.

Menyikapi hal tersebut, Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Mas Aaf, menegaskan, penanganan sampah tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam kegiatan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) di Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Timur, Selasa 24 Juni 2025.

Baca Juga: Terungkap! 230 Anak Pekalongan Alami Stunting, Ini Solusi Pemkot

Forum ini mengangkat tema “Peran Kolaborasi Lintas Sektor dalam Membangun Kesadaran dan Perilaku Peduli Sampah.”

“Lingkungan yang bersih adalah hasil dari kesadaran kolektif. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan komitmen dan partisipasi semua pihak,” tegasnya di hadapan para lurah, kepala puskesmas, tokoh masyarakat, dan jajaran Forkopimcam.

Wali Kota Aaf juga membeberkan, Kota Pekalongan masuk dalam daftar 51 kota yang mendapat surat khusus dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dengan jangka waktu enam bulan untuk menuntaskan masalah sampah hingga November 2025.

Baca Juga: Truk ODOL Belum Ditilang! Ini Langkah 'Lunak' Polisi Pemalang Hadapi Pelanggar

Setelah TPA Degayu ditutup, timbunan sampah sempat terjadi di berbagai titik.

Wali Kota pun menegaskan bahwa kondisi ini berdampak pada kenyamanan, kesehatan, serta berpotensi munculnya wabah penyakit saat musim pancaroba seperti DBD, muntaber, dan tipes.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot tengah membangun Tempat Pengolahan Sampah di Kelurahan Kalibaros.

Baca Juga: Pelayanan Waspada Kanker! Pemkot Pekalongan Gratiskan Tes HPV DNA untuk Perempuan

Konsepnya adalah pemilahan sampah dari rumah, pengolahan organik menjadi kompos, serta pemusnahan residu dengan insinerator ramah lingkungan.

“Target pengelolaan sampah nasional tuntas 100 persen pada tahun 2029, namun saat ini baru tercapai 32 persen. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat sangat krusial,” ujar Aaf.

Camat Pekalongan Timur, Darminto, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah konkret, mulai dari penyediaan lahan Tempat Darurat Pengelolaan Sampah (TDPS), pembangunan saluran kluwung, hingga pemberdayaan bank sampah aktif seperti di Kelurahan Kauman yang digerakkan oleh komunitas gereja.

Baca Juga: SIAPIK, Solusi Digital Atasi Rendahnya Literasi Keuangan IKM Pekalongan

“Kami juga gencar melakukan edukasi ke masyarakat dan tokoh agama. Kolaborasi menjadi kunci untuk keluar dari krisis sampah,” tuturnya.

Forum ini menjadi penegasan bahwa membangun budaya peduli lingkungan harus dimulai dari tindakan kolektif.

Dengan semangat gotong royong, krisis sampah bisa diubah menjadi peluang menuju Kota Pekalongan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid #sampah #Kecamatan Pekalongan Timur #Mas Aaf