Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Sempat Dilarang Menikah Beda Ormas, Kini Pekalongan Justru Jadi Teladan Toleransi

Lutfi Hanafi • Sabtu, 28 Juni 2025 | 19:59 WIB
LANTIK -  Wali Kota Achmad Afzan Arslan Djunaid saat melantik pengurus FKUB, Rabu sore (25/6/2025), di Aula KPU.
LANTIK -  Wali Kota Achmad Afzan Arslan Djunaid saat melantik pengurus FKUB, Rabu sore (25/6/2025), di Aula KPU.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kota Pekalongan dahulu dikenal dengan citra “daerah bersumbu pendek”.

Akibat rentannya gesekan antarwarga karena perbedaan agama, ormas, bahkan pilihan politik.

Namun kini menjelma menjadi kota yang kondusif, inklusif, dan dikenal luas sebagai kota toleran di Jawa Tengah.

 Baca Juga: Nasabah Geger, Rumah Orang Tua Terancam Dilelang Meski Cicilan Masih Berjalan

Transformasi luar biasa ini ditandai dengan dikukuhkannya kepengurusan baru Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pekalongan masa bakti 2025–2030.

Wali Kota Achmad Afzan Arslan Djunaid yang mengukuhkan pada Rabu sore 25 Juni 2025 di Aula KPU Kota Pekalongan.

KH Achmad Marzuqi kembali dipercaya memimpin FKUB untuk periode keempat.

“Dulu, sedikit beda saja, bisa langsung bentrok. Sekarang kita bisa duduk bareng, berdialog dan saling jaga,” ujar KH Achmad Marzuqi.

Menurut KH Marzuqi, yang telah terlibat aktif di FKUB sejak tahun 2007 menyatakan, dua dekade silam Kota Pekalongan menyimpan luka sosial.

Di kawasan selatan, seperti Buaran dan sekitarnya, konflik kerap terjadi hanya karena perbedaan afiliasi keagamaan maupun politik.

“Wilayah Buaran dikenal sebagai basis NU, sedangkan Pekajangan di selatannya merupakan basis Muhammadiyah. Dulu, kedua keluarga dilarang keras saling berbesanan karena perbedaan ormas,” ungkapnya.

Tak hanya itu, perbedaan pendapat soal pandangan politik atau aliran pun bisa langsung memicu ketegangan.

Bahkan hanya karena beda simbol bendera atau isu-isu kecil lainnya, pertikaian bisa meledak.

Namun, kondisi tersebut tak bertahan lama.

Perlahan namun pasti, melalui peran aktif pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan FKUB, paradigma masyarakat berubah.

Sejak awal 2010-an, berbagai program lintas iman dan edukasi moderasi mulai rutin digelar.

FKUB Kota Pekalongan menjadi garda depan dalam merajut harmoni sosial.

Mereka menggelar, dialog antar tokoh agama dan ormas.

Safari rumah ibadah. Kegiatan sosial lintas umat hingga Mediasi konflik berbasis kearifan lokal.

Kegiatan ini turut dihadiri tokoh lintas agama mulai dari agama Islam, Protestan, Katolik, Budha, Hindu, Konghucu, Penganut Kepercayaan.

Selain itu, dihadiri juga ormas keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, LDII, Rifa'iyah, Al Irsyad, dan juga OPD terkait.

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid atau Mas Aaf, menyampaikan apresiasi terhadap kepengurusan baru FKUB yang semakin merepresentasikan semangat inklusif dan keterbukaan.

“Kami, bersama Forkopimda dan Kemenag, akan terus mendukung kegiatan lintas agama yang difasilitasi FKUB,” ujarnya.

Ia menilai, regenerasi dalam kepengurusan FKUB sangat penting untuk menyentuh generasi muda dan masyarakat akar rumput dalam membangun narasi keberagaman yang damai.

Transformasi sosial ini membuktikan bahwa kedamaian dan toleransi bisa dibangun di atas luka sejarah, jika semua pihak terlibat aktif.

“Berbeda pilihan itu wajar. Tapi menjaga kerukunan adalah kewajiban bersama,” tegas KH Marzuqi.

Ia berharap pengurus FKUB ke depan mampu lebih aktif menjangkau masyarakat akar rumput, mengingat tantangan global seperti ujaran kebencian dan polarisasi sosial semakin masif melalui media sosial.

Dengan semangat gotong royong, moderasi, dan keterbukaan yang terus dibangun, Kota Pekalongan saat ini telah menjadi laboratorium toleransi yang patut dicontoh.

“Kerukunan bukan hanya untuk hari ini, tapi warisan berharga untuk generasi masa depan,” tutup Mas Aaf. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #ormas #toleransi #Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid #damai #konflik #fkub #Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid