METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas.
Dengan memberikan Pelatihan Keterampilan Pijat Profesional bersertifikat 20 peserta disabilitas netra.
Pelatihan yang dilaksanakan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekalongan, Nur Priyantomo.
Baca Juga: Pekalongan Bikin Wamen Terpukau, Semangat Ekraf dan Dukungan Pemkot Jadi Sorotan
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, mulai Senin 30 Juni 2025 ini, menghadirkan narasumber berpengalaman dari Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Tengah.
Sekda menegaskan pentingnya memberikan ruang bagi para penyandang disabilitas agar bisa mandiri secara ekonomi dan sosial.
“Pelatihan ini bukan hanya mengajarkan teknik pijat, tetapi juga membangun kepercayaan diri para peserta dengan memberikan sertifikat resmi. Ini penting agar mereka bisa bersaing secara profesional dan lebih dipercaya oleh calon pelanggan,” tegas Nur Priyantomo.
Baca Juga: BI Gandeng Pemkab Brebes Kendalikan Harga Bawang Merah Lewat Festival Inovatif 2025
Tak hanya pelatihan, para peserta juga mendapatkan fasilitas lengkap seperti alat pijat, bahan penunjang, serta bantuan transportasi.
Masing-masing peserta menerima uang transport Rp 100.000 untuk dua hari pelatihan.
Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Betty Dahfiani menjelaskan, program ini bersifat inklusif dan menjadi bukti bahwa pelatihan kerja di Kota Pekalongan terbuka untuk semua kalangan, termasuk disabilitas.
Baca Juga: HUT Ke 100 Merry Hoegeng, Wali Kota Pekalongan Sampaikan Doa dan Hormat
“Kami berharap para penyandang disabilitas netra ini bisa membuka layanan pijat secara mandiri.
Harapannya ke depan, mereka bisa bekerja sama dengan hotel, terminal, atau rest area.
Tempat praktek juga akan kami dorong untuk memenuhi standar kenyamanan dan kebersihan agar konsumen merasa aman dan nyaman,” jelas Betty. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla