Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Akhirnya, Dua Jalan Utama yang Rusak di Kota Pekalongan segera Mulus

Lutfi Hanafi • Jumat, 4 Juli 2025 | 03:25 WIB
MULUS - Salah satu ruas jalan Diponegoro Kota Pekalongan yang saat ini sudah mulai mulus, usai dilakukan perbaikan.
MULUS - Salah satu ruas jalan Diponegoro Kota Pekalongan yang saat ini sudah mulai mulus, usai dilakukan perbaikan.

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Dua jalan vital di jantung Kota Pekalongan, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Diponegoro, akan disulap jadi lebih mulus dan nyaman untuk dilintasi.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan kini berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan rekonstruksi dua ruas jalan tersebut.

Kedua jalan tersebut, selama ini memang dikeluhkan karena kondisinya yang rusak dan berlubang.

Setelah ada penyerahan kewenangan secara resmi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) ke Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, akhirnya bisa lebih cepat dilakukan perbaikan dengan tahun anggaran 2025.

Pemkot Pekalongan langsung bergerak cepat memperbaiki infrastruktur jalan, yang selama ini menjadi denyut utama mobilitas warga.

Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Bambang Sugiharto, mengungkapkan, progres pengerjaan fisik di lapangan sudah mencapai 30 persen.

Meski progresnya terlihat masih rendah, hal ini disebabkan karena porsi terbesar pekerjaan justru berada pada tahap pengaspalan yang bobotnya tinggi.

Struktur jalan ini terdiri atas dua lapisan.

Pertama, AC-BC setebal 6 sentimeter, kemudian dilanjutkan dengan AC-WC setebal 4 sentimeter sebagai lapisan akhir.

"Untuk Jalan Diponegoro, lapisan pertama InsyaAllah selesai hari ini hingga lampu traffic light. Lalu dilanjutkan ke Jalan Imam Bonjol," kata Bambang, Rabu 2 Juli 2025.

Target penyelesaian proyek ini, ditetapkan pada minggu ketiga Juli 2025.

Artinya, warga Kota Pekalongan tinggal menghitung hari untuk bisa kembali menikmati kenyamanan berkendara di dua jalan utama tersebut.

Di balik pekerjaan besar ini, tentu ada sedikit “harga” yang harus dibayar berupa gangguan kenyamanan selama proses pembangunan.

Bambang mengakui hal itu dan memohon pengertian seluruh masyarakat pengguna jalan.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Tapi percayalah, ini demi kepentingan jangka panjang. Kami pastikan material yang digunakan berkualitas tinggi agar jalan lebih awet dan tidak cepat rusak,” tegasnya.

 

Tak hanya mempercepat pembangunan, proses ini juga menjadi bagian dari upaya transparansi dan efisiensi anggaran.

Proyek ini dikonsolidasikan dalam satu paket pekerjaan mengikuti arahan LKPP dan KPK, guna menghindari praktik korupsi dan memperkuat akuntabilitas publik.

"Konsolidasi paket ini kami lakukan agar prosesnya lebih efisien dan pengawasannya lebih mudah, sesuai petunjuk LKPP dan KPK,” tambah Bambang.

Rekonstruksi dua jalan ini tak sekadar tambal sulam, melainkan bentuk nyata komitmen Pemkot Pekalongan dalam meningkatkan kualitas infrastruktur publik.

Jika rampung, jalan ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan, menurunkan risiko kecelakaan, dan meningkatkan kenyamanan berkendara.

Proyek yang dikerjakan dalam waktu singkat ini menjadi bukti bahwa perbaikan infrastruktur bisa dilakukan cepat, transparan, dan tetap berkualitas, jika direncanakan dengan matang.

Baca Juga: Bikin Izin Makin Gampang, Pemkot Pekalongan Punya Jurus Baru Buat Naikkan Kelas Pelaku UMKM

“Kami ingin masyarakat bisa menikmati infrastruktur yang layak. Rekonstruksi ini adalah bagian dari pelayanan dasar pemerintah terhadap warganya,” tutup Bambang. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #kebut #lalu lintas #perbaikan jalan #rekonstruksi #dinas pekerjaan umum dan penataan ruang #warga